JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono, menekankan pentingnya mitigasi risiko serta pemetaan titik rawan bencana dalam perjalanan mudik Lebaran 2026.

Ia menyampaikan pemerintah terus memastikan kesiapan seluruh moda transportasi, baik saat arus mudik maupun arus balik, guna menjamin kelancaran perjalanan masyarakat.

“Kami berharap transportasi multimoda pada masa Lebaran ini dipersiapkan sebaik mungkin. Berbagai potensi risiko telah dimitigasi, termasuk kesiapan tim di titik-titik rawan agar gangguan dapat segera ditangani,” ujarnya, Kamis, 19 Maret 2026.

Menurut AHY, langkah antisipasi dilakukan untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem hingga kemungkinan bencana di sejumlah jalur transportasi strategis.

Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia, jumlah perjalanan kereta api selama periode angkutan Lebaran tahun ini meningkat sekitar 2,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total mencapai 49.886 perjalanan untuk layanan jarak jauh dan lokal.

Diperkirakan sekitar 5 juta penumpang akan menggunakan moda transportasi kereta api selama periode tersebut. Khusus di Stasiun Pasar Senen, jumlah penumpang harian diproyeksikan mencapai 24 ribu orang, meningkat dari hari normal yang berkisar 12 hingga 15 ribu penumpang.

Pemerintah juga mendorong peningkatan akses transportasi melalui kebijakan diskon tiket kereta api.

“Sesuai arahan Presiden, kami memberikan diskon tiket hingga 30 persen dengan target sekitar 1,2 juta penumpang,” jelasnya.

Selain itu, sejumlah program pendukung juga dijalankan, seperti mudik gratis serta program motor gratis (motis) yang memungkinkan masyarakat membawa sepeda motor menggunakan kereta api ke kampung halaman.

AHY menegaskan peningkatan layanan transportasi tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Pelayanan harus semakin humanis dan menyenangkan. Mudik bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati menuju kampung halaman,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan transportasi kereta api menjadi salah satu strategi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya selama periode Lebaran.

ANTARA