BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat literasi keuangan syariah di kalangan generasi muda melalui Program Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah yang disingkat SAKINAH.
Kegiatan ini digelar di Pondok Pesantren Nurul Abshor, Kabupaten Katingan, sebagai bagian dari rangkaian Gebyar Ramadan Keuangan Syariah atau GERAK Syariah 2026.
Program tersebut terlaksana melalui sinergi berbagai pihak, mulai dari Masyarakat Ekonomi Syariah atau MES Kabupaten Katingan, PT Bank Syariah Indonesia Palangka Raya, hingga Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD Kabupaten Katingan.
Asisten Direktur Senior Kantor OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Andrianto Suhada, menegaskan bahwa pesantren memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya berakhlak, tetapi juga cakap dalam pengelolaan keuangan.
"Pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya berakhlak dan berilmu, tetapi juga memiliki pemahaman yang baik dalam pengelolaan keuangan sesuai prinsip syariah," ujar Andrianto dalam rilisnya pada Kamis, 19 Maret 2026.
Melalui program SAKINAH, lanjutnya, OJK ingin mendorong para santri agar memiliki literasi keuangan yang memadai, mampu mengelola keuangan secara bijak, serta memahami produk keuangan syariah yang legal dan terpercaya.
"OJK berharap para santri nantinya dapat menjadi agen literasi keuangan syariah di tengah masyarakat, sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan ekonomi daerah," katanya. (TESTI PRISCILLA/H)









