PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Edukasi perkebunan yang digelar Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP menghadirkan pendekatan kreatif untuk mengenalkan kakao kepada anak-anak. Dengan tema “Kakao dan Rahasia Cokelat”, kegiatan ini dirancang agar siswa memahami komoditas perkebunan melalui metode yang menyenangkan dan interaktif.  

Sekitar 60 siswa dari Rumah Tahfidz An Nur, Cinere, Depok, serta anak-anak di sekitar kantor BPDP Gambir mengikuti kegiatan ini. Mereka diperkenalkan pada perjalanan kakao dari kebun hingga menjadi cokelat, sekaligus diajak memahami peran kakao sebagai komoditas strategis yang mendukung kesejahteraan petani dan perekonomian nasional.  

Sesi dongeng edukatif yang dibawakan Kak Rona Mentari menjadi salah satu daya tarik utama.

"Melalui storytelling, anak-anak diajak membayangkan proses panjang kakao hingga menjadi cokelat yang mereka nikmati sehari-hari. Pendekatan ini membuat materi lebih hidup dan mudah diingat," kata Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP, Pangihutan Siagian dalam rilisnya pada Kamis, 19 Maret 2026.

Setelah dongeng, kegiatan dilanjutkan dengan kuis interaktif. Anak-anak diuji pemahamannya mengenai manfaat kakao, proses pengolahan, serta kontribusi petani dalam rantai produksi cokelat. Kuis ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat pengetahuan yang telah mereka peroleh.  

BPDP turut meluncurkan komik edukatif anak yang membahas tiga komoditas utama: kelapa sawit, kelapa, dan kakao.

"Komik bilingual dengan ilustrasi menarik ini diharapkan menjadi media pembelajaran alternatif yang dapat digunakan di sekolah maupun di rumah," tambah Pangihutan Siagian.

Dengan kombinasi dongeng, kuis, dan komik edukatif, BPDP menegaskan komitmennya untuk membangun literasi publik sejak dini.

"Edukasi perkebunan tidak hanya memperkenalkan komoditas, tetapi juga menanamkan nilai keberlanjutan dan kebanggaan terhadap potensi sumber daya alam Indonesia," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)