BORNEONEWS, Istanbul – Pemerintah Iran mendesak negara-negara di kawasan Timur Tengah untuk mencegah wilayah dan fasilitas mereka digunakan dalam serangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyampaikan seruan tersebut dalam pernyataan resminya pada Kamis, 19 Maret 2026. Ia menekankan pentingnya langkah tegas negara kawasan untuk menghindari keterlibatan dalam konflik yang semakin memanas.
Baghaei juga mengkritik pernyataan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, dalam pertemuan konsultatif darurat di Riyadh. Ia menilai pernyataan tersebut tidak adil dan tidak mencerminkan sikap yang bertanggung jawab terhadap situasi regional.
Menurut dia, akar krisis yang terjadi saat ini tidak lepas dari konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Iran menuding kedua negara tersebut memanfaatkan pangkalan militer di sejumlah negara kawasan untuk merencanakan dan melancarkan serangan.
Ia menegaskan, Iran memiliki hak untuk membela diri sesuai hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam hal ini, setiap negara juga tidak diperkenankan membiarkan wilayahnya digunakan pihak lain untuk melakukan agresi militer terhadap negara lain.
Baghaei memperingatkan, negara yang memberikan akses fasilitas militer kepada pihak luar dapat dianggap turut bertanggung jawab atas serangan yang terjadi. Ia menyebut keterlibatan tersebut berpotensi menjadikan negara bersangkutan sebagai bagian dari konflik.
Meski demikian, Iran menegaskan tetap berkomitmen pada prinsip hukum internasional, termasuk menjaga hubungan bertetangga yang baik serta menghormati kedaulatan dan integritas wilayah negara lain.
Ia berharap negara-negara di kawasan dapat bersikap rasional dan tidak memperkeruh situasi dengan membiarkan wilayahnya digunakan untuk kepentingan militer pihak tertentu.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu. Serangan tersebut memicu balasan dari Iran melalui serangan drone dan rudal ke sejumlah wilayah, yang berdampak pada korban jiwa, kerusakan infrastruktur, hingga gangguan pada pasar global dan penerbangan.
ANTARA









