BORNEONEWS, Palangka Raya - Wajah 36 pemenang juara 1 pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-28 yang digelar di Palangka Raya beberapa waktu lalu tampak sumringah saat di Istana Isen Mulang pada Sabtu (24/12/2016) malam. Selain diundang ikut peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW 1438 H, juga mereka dilepas Gubernur Kalteng Sugianto Sabran untuk bertolak melaksanakan Ibadah umrah yang memang hak hadiah nereka sebagai pemenang tiap cabang MTQ.
Selain 36 orang juara MTQ tang berangkat ini mereka akan didampingi empat orang panitia, yang didanai pemerintah provinsi. Mereka juga akan bergabung dengan empat orang perwakilan ormas islam, dua orang dari TNI dan Polri, empat orang tokoh masyarakat, dua orang tokoh agama hingga total 52 orang. Namun ada 63 orang berangkat karena 11 peserta tambahan yang merupakan orang tua juara 1 MTQ yang mengiringi anaknya dan menggunakan biaya pribadi.
Ada sejumlah pesan yang disampaikan Gubernur Sugianto saat pelepasan peserta Ibadah umrah tersebut. Mulai dari imbauan meluruskan niat sebelum keberangkatan, hingga berhati-hati menjaga kondisi fisik lantaran saat ini jazirah arab sedang memasuki musim dingin.
Dalam waktu yang tidak terlalu lama, tutur gubernur melanjutkan, saudara-saudari akan meninggalkan tanah air dan keluarga menuju tanah suci Makkah guna menunaikan Umrah. Setiap orang berharap semua amalan manasik umrahnya dan ibadah yg menyertainya sesempurna mungkin dengan kualitas prima dan guna mendapatkan nilai derajat umrah yang makbul.
"Untuk dapat melakukan sebagaimana tersebut, perlu perhatian calon umrah agar luruskan niat saudara dengan ibadah yang menyertainya hanya karena Allah semata," pesan gubernur.
Kedua, sambungnya, laksanakanlah semua ibadah sesuai dengan syarat dan rukunnya sebagaimana dipelajari saat bimbingan manasik. Jauhilah dari perbuatan sia-sia dan yang dilarang oleh Allah atau syariat agama.
"Lalu jaga kesehatan agar dapat melakukan semua ibadah dengan baik. Sebagai tamu Allah tunjukkanlah dalam semua kegiatan, agar berperilaku yang baik," imbaunya.
Gubernur Sugianto pun banyak menceritakan sejumlah kisah dirinya di tanah suci baik saat haji maupun umrah, yang menurutnya penuh keajaiban dan di luar nalar. Semua doanya dikabulkan termasuk keinginannya agar segera beristeri kala itu. Namun menurutnya, kunci dikabulkannya doa hanya pada "ikhlas" dan pasrah kepada Tuhan. Sebab pengalaman pribadinya membuktikan hal itu.
"Semua do'a pasti dikabulkan. Percayalah itu, yakinlah sampai Haqqul Yakin. Kuncinya ikhlas. Ini saya sendiri mengalaminya," ucap Sugianto memotivasi. (ROZIKIN/m)








