BORNEONEWS, Pekalongan – Museum Batik Pekalongan, Jawa Tengah, menghadirkan layanan edukasi bagi wisatawan yang ingin mengisi libur Lebaran 2026 dengan kegiatan bernuansa budaya dan sejarah batik.
Kepala Museum Batik Pekalongan, Nurhayati Sinaga, mengatakan momentum libur Lebaran menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk lebih mengenal batik, khususnya batik pesisir yang menjadi bagian penting dari identitas bangsa.
“Kami siap memberikan edukasi sejarah maupun batik kepada masyarakat,” ujarnya, Jumat, 20 Maret 2026.
Ia menjelaskan, selama masa libur Lebaran museum akan tutup sementara pada 20 hingga 22 Maret 2026. Layanan akan kembali dibuka normal mulai 23 Maret 2026 dengan jam operasional pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB.
Menurutnya, pengunjung tetap dapat menikmati beragam koleksi batik nusantara yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia dan telah dikenal hingga mancanegara.
Selain koleksi tetap, museum juga menghadirkan pameran kolaborasi khusus pada momen Lebaran tahun ini. Pameran tersebut mengangkat tema pertemuan antara tradisi dan spiritualitas, sehingga memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan.
Nurhayati berharap program edukasi dan pameran ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan selama libur Lebaran, sekaligus menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap batik sebagai warisan budaya yang terus berkembang.
ANTARA









