JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Indonesia mempromosikan inovasi biomassa berbasis kelapa sawit dalam ajang International Biomass Expo di Tokyo, Jepang, pada 17–19 Maret 2026. Promosi tersebut dilakukan melalui Paviliun Biomassa Indonesia yang diinisiasi KBRI Tokyo.

Dalam forum bisnis bertajuk Know More about Amazing Palm Biomass of Indonesia, Indonesia menampilkan berbagai produk unggulan seperti cangkang inti sawit, tandan kosong kelapa sawit, hingga limbah batang sawit sebagai sumber energi terbarukan bernilai tambah.

Duta Besar RI untuk Jepang, Kartini Sjahrir, mengatakan partisipasi Indonesia dalam ajang tersebut menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung transisi energi global menuju sumber yang lebih bersih dan berkelanjutan.

“Indonesia berkomitmen menjadi mitra andal dan jangka panjang bagi Jepang dalam mendukung transisi energi, khususnya di sektor biomassa,” ujarnya.

Ia menambahkan, KBRI Tokyo terus mendorong penguatan kerja sama bisnis antara pelaku usaha kedua negara, sekaligus memperluas peluang pasar biomassa Indonesia di Jepang.

Sementara itu, Wakil Dubes RI untuk Jepang, Maria Renata Hutagalung, menyebut kegiatan ini bertujuan memperkuat jejaring bisnis, meningkatkan citra produk biomassa Indonesia, serta mendorong pemanfaatan turunan sawit di pasar global.

International Biomass Expo merupakan ajang promosi dan jejaring bagi sektor bahan bakar biomassa, teknologi energi panas, dan pembangkit listrik yang mendukung target netralitas karbon pada 2050.

KBRI Tokyo mencatat ekspor biomassa Indonesia ke Jepang menunjukkan tren positif, dengan kenaikan 17 persen dari sisi nilai dan 23 persen dari volume. Hal ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar Jepang terhadap produk biomassa Indonesia.

Berbagai produk seperti pelet kayu, cangkang inti sawit, dan tandan kosong kelapa sawit dinilai mampu menjadi solusi energi berkelanjutan di tengah meningkatnya kebutuhan energi ramah lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan kerja sama pembelian cangkang sawit antara PT Tricitra Agro Perdana dan Pulp & Paper Corp Japan senilai 11 juta dolar AS atau sekitar Rp186,3 miliar untuk volume 50 ribu metrik ton.

ANTARA