PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Ampah – Memasuki H-1 Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026, arus mudik di jalur Trans Kalimantan yang menghubungkan Palangka Raya dengan Kabupaten Barito Timur terpantau ramai oleh para pemudik.

Kepadatan kendaraan terlihat di sejumlah titik, terutama di area persinggahan di sepanjang jalan. Meski demikian, arus lalu lintas masih terpantau lancar.

Salah seorang pemudik, Ahmad Yuda, mengungkapkan bahwa dirinya bersama keluarga baru saja melakukan perjalanan dari Palangka Raya menuju Tamiang Layang.

“Sepanjang perjalanan cukup ramai. Di tempat istirahat pinggir jalan juga banyak pemudik yang singgah,” ujarnya, Jumat.

Ia menyebutkan, perjalanan darat yang ditempuh selama lebih dari lima jam tersebut dipenuhi kendaraan pemudik, baik roda dua, mobil pribadi hingga angkutan travel.

“Ketika singgah di warung, rata-rata mereka juga pemudik yang hendak pulang kampung. Suasana jauh lebih ramai dibanding hari biasa,” tambahnya.

Ahmad mengaku memilih mudik ke Tamiang Layang untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan warga sekitar. Ia juga berencana kembali ke Palangka Raya saat arus balik bersama keluarga lainnya.

Sementara itu, peningkatan arus mudik turut berdampak pada aktivitas ekonomi warga di sepanjang jalur tersebut. Salah satunya dirasakan oleh Sri Maryani, penjaga toko di kawasan Simpang Pujon, Barito Timur.

Menurutnya, dalam dua hari terakhir, jumlah pengunjung yang singgah di tokonya meningkat signifikan.

“Banyak yang berhenti untuk istirahat, ngopi, beli BBM, atau sekadar ke toilet. Kebanyakan memang pemudik,” katanya.

Ia mengungkapkan, pendapatan harian tokonya ikut naik selama arus mudik. Jika biasanya hanya sekitar Rp1 juta per hari, kini meningkat menjadi Rp2 juta per hari.

“Kalau arus balik nanti biasanya bisa sampai Rp4 juta per hari,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, jalur Trans Kalimantan tersebut memang dipadati kendaraan, namun tidak terjadi kemacetan berarti. Hal ini karena karakteristik jalan yang melintasi kawasan hutan, lahan terbuka, serta perkebunan sehingga tidak sepadat jalur mudik di Pulau Jawa.

Jalur ini menjadi akses vital penghubung Palangka Raya dengan sejumlah kabupaten di Kalimantan Tengah, seperti Pulang Pisau, Kapuas, Gunung Mas, Barito Selatan, Barito Utara, Barito Timur, Murung Raya, hingga wilayah Kalimantan Selatan.

Meski sebagian besar jalan sudah beraspal, pengendara tetap diimbau berhati-hati karena masih terdapat beberapa titik jalan berlubang, bergelombang, dan sempit. Kondisi jalan yang cenderung lurus dan minim tikungan juga menuntut pengemudi untuk tetap fokus selama berkendara.

Untuk mendukung kelancaran dan keamanan arus mudik, Polda Kalimantan Tengah mengerahkan ribuan personel gabungan dalam Operasi Ketupat Telabang 2026.

Kepala Biro Operasional Polda Kalteng, Kombes Pol Sugeng Riyadi, menyampaikan bahwa sebanyak 2.373 personel diterjunkan dalam operasi tersebut.

“Personel terdiri dari 1.501 unsur Forkopimda dan 872 dari Polda Kalteng,” katanya.

Ribuan personel itu disiagakan di 53 pos yang tersebar di berbagai wilayah, meliputi pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu.

Operasi Ketupat Telabang 2026 sendiri berlangsung mulai 13 hingga 25 Maret 2026, guna memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik serta perayaan Idul Fitri di wilayah Kalimantan Tengah.