BORNEONEWS, Jakarta – FIFA menegaskan komitmennya untuk menjadikan sepak bola sebagai alat pemersatu dan perdamaian di tengah situasi geopolitik dunia yang tengah bergejolak.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden FIFA, Gianni Infantino, dalam rapat Dewan FIFA yang digelar secara daring dari markas besar FIFA di Zurich, Swiss, Jumat, 20 Maret 2026.
“FIFA tidak bisa menyelesaikan konflik geopolitik, tetapi kami berkomitmen menggunakan kekuatan sepak bola dan Piala Dunia untuk membangun jembatan serta mempromosikan perdamaian,” ujarnya dikutip dari laman resmi FIFA.
Infantino juga berharap seluruh tim yang berlaga di ajang Piala Dunia FIFA 2026 dapat menjunjung tinggi sportivitas serta saling menghormati di dalam maupun luar lapangan.
Di sisi lain, FIFA memastikan turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut tetap berjalan sesuai rencana, meski muncul dinamika dari sejumlah negara peserta.
Sebelumnya, Iran menyampaikan keberatan untuk memainkan laga fase grup di Amerika Serikat dan mengusulkan agar pertandingan dialihkan ke Meksiko.
Namun demikian, FIFA menegaskan tidak akan mengubah jadwal maupun lokasi pertandingan yang telah ditetapkan.
Meski menolak bermain di wilayah Amerika Serikat, Iran memastikan tidak akan memboikot keikutsertaannya dalam Piala Dunia 2026.
Sikap tersebut dipengaruhi situasi konflik di kawasan Timur Tengah, menyusul meningkatnya ketegangan akibat serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
ANTARA









