BORNEONEWS, Jakarta – Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) memperkuat pengawasan dan pelayanan di kawasan perbatasan Pulau Sebatik, Kalimantan Utara, menyusul meningkatnya arus mudik menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Kepala PLBN Sebatik, Hariman Latuconsina, mengatakan sebanyak 583 pemudik tercatat tiba melalui Pelabuhan Sungai Nyamuk dalam tiga hari terakhir hingga H-2 Lebaran 2026.
“Sebanyak 583 pelintas domestik tercatat dalam tiga hari terakhir. Mayoritas merupakan masyarakat yang melakukan perjalanan untuk silaturahmi dan kunjungan keluarga,” ujarnya, Jumat, 20 Maret 2026.
Ia menjelaskan, arus perlintasan didominasi jalur laut dari Tarakan menuju Sebatik, yang menjadi salah satu akses utama mobilitas masyarakat di kawasan perbatasan.
Menurutnya, peningkatan jumlah pemudik tersebut menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat, sehingga diperlukan penguatan layanan agar perjalanan tetap aman dan tertib.
Selain pergerakan penumpang, aktivitas logistik juga mengalami peningkatan. Dalam periode yang sama, tercatat delapan kapal melakukan bongkar muatan di Pelabuhan Sungai Nyamuk.
Distribusi barang mencakup kebutuhan pokok, bahan bakar minyak (BBM), serta berbagai barang lainnya guna menjaga ketersediaan pasokan menjelang Idulfitri.
Hariman menegaskan, kesiapsiagaan petugas terus dioptimalkan meski fasilitas PLBN Sebatik belum beroperasi secara penuh.
Pengawasan dan pelayanan tetap ditingkatkan untuk menjamin keamanan, ketertiban, serta kenyamanan masyarakat di wilayah perbatasan.
BNPP juga mendorong percepatan operasional penuh PLBN Sebatik agar kualitas layanan lintas batas semakin optimal, khususnya dalam menghadapi lonjakan mobilitas pada momen besar seperti Lebaran.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung kelancaran arus orang dan barang, sekaligus memperkuat peran kawasan perbatasan sebagai simpul distribusi dan mobilitas masyarakat.
ANTARA









