TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Bupati Barito Timur, M Yamin, menggelar open house atau gelar griya Idulfitri 1447 Hijriah di rumah jabatan bupati di Tamiang Layang, Sabtu, 21 Maret 2026.

Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi antara kepala daerah dengan berbagai unsur masyarakat dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Sejak pagi, rumah jabatan bupati dipadati tamu dari berbagai kalangan. Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, legislatif, pimpinan perangkat daerah, instansi vertikal, perwakilan perusahaan hingga perbankan hadir secara bergantian untuk bersalaman dan menyampaikan ucapan selamat Idulfitri.

Gelar griya yang berlangsung pukul 10.00 hingga 13.00 WIB tersebut diperuntukkan bagi jajaran pejabat dan mitra kerja pemerintah daerah.

Setelah jeda istirahat pukul 13.00 hingga 14.00 WIB, kegiatan dilanjutkan hingga pukul 16.30 WIB dengan menerima kunjungan aparatur sipil negara (ASN), camat, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan hingga masyarakat umum. Sementara itu, sesi pukul 16.30 WIB hingga selesai dikhususkan untuk keluarga.

Pada sesi awal, Wakil Bupati Barito Timur, Adi Mula Nakalelu, hadir bersama istri. Kehadiran unsur Forkopimda lainnya yang datang silih berganti semakin menambah semarak suasana. Tuan rumah juga menyediakan beragam hidangan bagi seluruh tamu yang hadir.

Sebelum pelaksanaan gelar griya, Bupati bersama istri terlebih dahulu melaksanakan salat Idulfitri di Masjid Agung Ar-Rahman Tamiang Layang.

Momentum tersebut kemudian dilanjutkan dengan membuka rumah jabatan sebagai ruang terbuka bagi masyarakat untuk bersilaturahmi langsung dengan pemimpinnya.

Gelar griya bagi kepala daerah memiliki nilai strategis, tidak hanya sebagai tradisi perayaan hari besar keagamaan, tetapi juga menjadi sarana membangun kedekatan emosional antara pemerintah dan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, sekat formalitas birokrasi dapat mencair sehingga komunikasi terjalin lebih akrab dalam suasana kekeluargaan.

Dalam keterangannya, M Yamin menegaskan bahwa Idulfitri merupakan momentum penting untuk menjaga nilai-nilai kebaikan yang telah dibangun selama Ramadan.

“Dengan sudah melaksanakan ibadah selama sebulan penuh yang merupakan penyucian diri, dan ibadah puasa yang berlangsung lancar dan aman, mudah-mudahan ke depan kita tetap mempertahankan toleransi, iman dan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujarnya.

Bupati juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan, baik di internal umat Islam maupun antarumat beragama serta hubungan harmonis antara masyarakat dan pemerintah.

“Kita harus saling menjaga kerukunan sesama umat beragama, antarumat beragama yang berbeda maupun antara umat beragama dengan pemerintah,” tambahnya.

Yamin berharap semangat kebersamaan dalam Idulfitri dapat menjadi fondasi kuat dalam pembangunan daerah.

“Kekeluargaan masyarakat Barito Timur dari segala unsur umat beragama harus terus dijaga, agar kita bisa rukun dan kompak membangun Barito Timur yang lebih baik, lebih sejahtera dan lebih makmur,” tandasnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)