BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur, Agus Seruyantara mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan semangat gotong royong seperti yang selalu dikumandangkan oleh Presiden pertama RI, Soekarno, dalam menjalankan segala aktivitas sehari-hari. Saat ini semangat kegotongroyongan masyarakat kian memudar. Karena itu, harus senantiasa digelorakan.
“Apapun yang kita lakukan, jangan sampai meremehkan semangat kegotongroyongan dalam setiap kegiatan, terutama dalam menjaga lingkungan,” ujar Agus Seruyantara, di Sampit, Senin (26/12/2016).
Menurut politikus PDI Perjuangan itu, harus diakui semangat gotong royong masyarakat saat ini kian memudar. Padahal banyak manfaat yang dirasakan oleh masyarakat melalui kegiatan gotong royong di lingkungannya masing-masing.
Selain lingkungan yang bersih dan sehat, gotong royong juga sebagai ajang silaturrahmi antar warga sekaligus mempererat tali persaudaraan.
Dengan tingkat kepedulian masyarakat akan lingkungan yang sudah semakin berkurang tersebut, Agus mengimbau masyarakat menggalakkan kembali budaya gotong royong di lingkungan masing-masing. Imbauan itu disampaikan agar lingkungan jadi bersih dan tidak tergenang saat hujan. Apalagi di musim hujan seperti sekarang ini. Dimana banyak pemukiman dan jalan-jalan utama di Kota Sampit yang tergenang banjir.
“Saat kerawanan banjir mengancam lingkungan kita seperti sekarang ini, diharapkan semua warga sadar bahwa budaya gotong royong sudah jarang dilakukan. Sehingga banyak parit di pemukiman warga dipenuhi sampah, air tersumbat dan mengenangi rumah warga,” ujarnya.
Agus melanjutkan, menjaga lingkungan sekitar seperti parit dan sungai tetap bersih dari sampah merupakan salah satu cara mencegah banjir. Hal itu agar saluran air tidak tersumbat dan Kota Sampit bisa terbebas dari banjir.
“Menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi bagaimana setiap warga memiliki kesadaran. Semangat gotong royong perlu digalakkan kembali karena banyak nilai positif dari itu,” kata dia. (M. RIFQI/N).








