JAKARTA –

BORNEONEWS, Seoul – Pemerintah Korea Selatan menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah negara, termasuk Iran, guna memastikan keamanan pelayaran di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyampaikan, langkah tersebut diambil untuk menjaga kelancaran jalur energi sekaligus melindungi kepentingan nasional.

“Pemerintah terus memantau situasi di Timur Tengah sambil mencari langkah untuk melindungi warga negara serta mengamankan jalur transportasi energi,” ujarnya, sebagaimana dikutip pada Minggu, 22 Maret 2026.

Ia menambahkan, komunikasi aktif terus dilakukan dengan negara-negara terkait, termasuk Iran, guna meredam potensi gangguan di jalur pelayaran strategis tersebut.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan kesiapan negaranya untuk mengizinkan kapal-kapal tujuan Jepang melintas di Selat Hormuz, setelah melalui koordinasi dengan pemerintah Tokyo.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang dilalui lebih dari 20 persen perdagangan minyak dunia. Posisi strategisnya menjadikan kawasan tersebut sangat penting bagi negara-negara Asia Timur, termasuk Korea Selatan dan Jepang.

Situasi memanas setelah meningkatnya konflik di kawasan, termasuk serangan udara oleh Amerika Serikat dan Israel, yang kemudian memicu langkah Iran membatasi akses pelayaran di selat tersebut.

Di sisi lain, Korea Selatan juga menyatakan akan bergabung dengan sejumlah negara, termasuk negara-negara Eropa dan Jepang, dalam pernyataan bersama yang mengecam serangan di kawasan Teluk serta penutupan de facto Selat Hormuz.

Langkah koordinasi ini diharapkan dapat menjaga stabilitas jalur distribusi energi global sekaligus mencegah dampak lebih luas terhadap perekonomian dunia.

Sumber: Yonhap-OANA/ANTARA