BORNEONEWS, Jakarta – Pemerintah menyiapkan sejumlah program untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi selama Ramadan dan Idulfitri 2026, mulai dari pemberian diskon hingga kebijakan kerja fleksibel atau work from anywhere (WFA).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan berbagai kebijakan tersebut bertujuan mendorong mobilitas dan konsumsi masyarakat.
“Pemerintah membuat banyak program, termasuk diskon, kemudian mendorong mobilitas melalui work from anywhere, dan juga berbagai program termasuk bantuan pangan dan bantuan sosial,” ujarnya saat open house Idulfitri di Jakarta, sebagaimana dikutip pada Minggu, 22 Maret 2026.
Ia optimistis kebijakan tersebut dapat memperkuat aktivitas ekonomi nasional, terutama pada kuartal pertama tahun ini dengan target pertumbuhan sekitar 5,5 persen.
Sebelumnya, pemerintah telah menggulirkan berbagai insentif untuk mendukung kelancaran arus mudik. Program tersebut mencakup potongan harga pada sejumlah moda transportasi, seperti kereta api dan angkutan laut hingga sekitar 30 persen, pembebasan tarif penyeberangan, serta diskon tiket pesawat di kisaran 17–18 persen.
Total anggaran yang disiapkan untuk program insentif transportasi tersebut mencapai lebih dari Rp900 miliar, baik yang bersumber dari APBN maupun dukungan non-APBN.
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan kepada lebih dari 35 juta keluarga penerima manfaat guna menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri. Bantuan tersebut berupa kebutuhan pokok seperti beras dan minyak goreng yang disalurkan untuk periode dua bulan.
Dalam kesempatan yang sama, Airlangga Hartarto mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap dinamika global, khususnya potensi gejolak harga minyak.
Ia pun menyampaikan ucapan Idulfitri kepada masyarakat seraya berharap kondisi ekonomi nasional tetap terjaga di tengah tantangan global.
“Selamat Hari Raya Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin. Kita berharap dapat bersama-sama menghadapi berbagai tantangan ke depan,” ujarnya.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Anindya Novyan Bakrie, serta tokoh industri Ilham Habibie.
ANTARA









