BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada hari kedua Lebaran 2026, aktivitas di sejumlah pasar tradisional di Palangka Raya terpantau masih relatif sepi dibandingkan H-1 maupun hari pertama Idulfitri, Minggu, 22 Maret 2026.
Kondisi ini terjadi karena banyak pedagang yang belum kembali berjualan dan memilih memanfaatkan momen Lebaran untuk bersilaturahmi bersama keluarga.
Sejumlah pedagang yang mulai membuka lapak mengakui bahwa jumlah pembeli masih terbatas. Mereka menilai situasi ini sebagai hal yang wajar dan sudah menjadi pola tahunan setiap usai Hari Raya Idulfitri. Aktivitas jual beli biasanya belum sepenuhnya pulih pada hari kedua.
“Memang masih sepi, pembeli belum banyak. Banyak pedagang juga belum buka karena masih kumpul keluarga,” ujar salah satu pedagang sembako di pasar tradisional Pasar Besar Palangka Raya, Rahma, Minggu 22 Maret 2026.
Ia menambahkan, dirinya baru mulai berjualan secara terbatas sambil melihat perkembangan jumlah pengunjung. Meski demikian, Rahma tetap optimistis kondisi pasar akan kembali normal dalam beberapa hari ke depan seiring berakhirnya masa libur Lebaran.
Di sisi lain, masyarakat mengaku belum memiliki kebutuhan mendesak untuk berbelanja. Persediaan bahan makanan yang masih cukup sejak sebelum Lebaran menjadi alasan utama mereka menunda aktivitas ke pasar.
“Untuk sekarang belum belanja lagi, karena stok di rumah masih banyak. Mungkin nanti beberapa hari ke depan baru ke pasar lagi,” kata seorang warga, Selmi.
Ia menyebutkan bahwa kebutuhan pokok biasanya baru kembali dibeli setelah persediaan mulai menipis.
Meski demikian, ada juga sebagian masyarakat yang memanfaatkan suasana pasar yang lebih lengang untuk berbelanja.
"Kondisi ini lebih nyaman karena tidak perlu berdesakan seperti menjelang Lebaran," kata salah seorang warga lainnya, Ria. (MARINI/j)









