JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Film animasi fiksi ilmiah “Pelangi di Mars” produksi Mahakarya Pictures menghadirkan kisah heroik tentang upaya menyelamatkan kehidupan manusia di Bumi dari krisis air.

Film yang disutradarai Upie Guava ini mengangkat cerita berlatar tahun 2082, saat Bumi mengalami pencemaran air parah hingga tidak lagi layak dihuni. Seorang astronot perempuan Indonesia bernama Pratiwi, diperankan Lutesha, ditugaskan mencari mineral zeolite omega di Mars untuk menjernihkan air di Bumi.

Misi tersebut tidak berjalan mudah. Pratiwi harus menghadapi kondisi ekstrem di Mars hingga akhirnya terdampar seorang diri. Dalam situasi tersebut, ia melahirkan anak bernama Pelangi yang kemudian tumbuh besar di planet merah itu.

Tokoh Pelangi, yang disuarakan Messi Gusti, melanjutkan perjuangan ibunya mencari zeolite omega pada tahun 2139, ditemani robot Batik (suara Bimoky). Mereka juga harus menghadapi ancaman robot Nerotek serta berbagai tantangan lingkungan Mars.

Petualangan semakin berwarna dengan kehadiran sejumlah robot lain, seperti Petya (Gilang Dirga), Yoman (Kristo Immanuel), Sulil (Dimitri Arditya), dan Kimchi (Vanya Rivani).

Film ini diproduksi selama lima tahun dengan memanfaatkan teknologi Extended Reality (XR) yang dikembangkan studio milik sutradara, serta menggunakan Unreal Engine untuk menghasilkan grafis real-time. Lebih dari 200 tenaga kreatif Indonesia terlibat dalam proses produksinya.

Produser Dendi Reynando menyebut film ini lahir dari keinginan menghadirkan tontonan keluarga yang menggabungkan nilai keberanian, sains, dan imajinasi, sekaligus mendorong diskusi tentang keberlanjutan lingkungan.

Selain itu, proses produksi film juga tergolong tidak biasa. Para aktor menjalani teknik motion capture dan harus berakting dengan imajinasi tinggi, termasuk berinteraksi dengan karakter robot yang hanya diwakili penanda visual saat syuting.

Film ini turut mendapat dukungan Perusahaan Film Negara dan Kementerian Ekonomi Kreatif dalam promosi, termasuk melalui berbagai aktivasi publik.

“Pelangi di Mars” diharapkan menjadi salah satu tonggak baru dalam perkembangan industri film nasional, sekaligus pilihan tontonan keluarga yang inspiratif pada momen libur Lebaran.

ANTARA