BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua II DPRD Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung, menilai momentum pasca-Lebaran perlu diiringi dengan langkah strategis pemerintah, khususnya dalam memantau geliat ekonomi selama Ramadan serta mengantisipasi dampak gelombang urbanisasi.
Menurutnya, aktivitas ekonomi yang meningkat selama Ramadan hingga Idulfitri harus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk melihat sektor mana saja yang mengalami pertumbuhan signifikan. Hal ini penting sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan ekonomi ke depan agar lebih tepat sasaran.
“Selama Ramadan, kita melihat adanya peningkatan transaksi di berbagai sektor, baik perdagangan maupun jasa. Ini perlu dipantau dan dianalisis agar dapat menjadi acuan dalam memperkuat perekonomian daerah,” ujar Nenie, Minggu, 22 Maret 2026.
Selain itu, ia juga menyoroti fenomena urbanisasi yang biasanya terjadi setelah Lebaran, terutama di kota-kota besar. Menurutnya, pergerakan penduduk ini perlu diantisipasi dengan perencanaan yang matang agar tidak menimbulkan persoalan sosial baru, seperti pengangguran dan kepadatan penduduk.
Nenie menambahkan, meskipun Palangka Raya bukan termasuk kota tujuan utama urbanisasi, pemerintah daerah tetap perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi perpindahan penduduk yang dapat memengaruhi kondisi sosial dan ekonomi.
Ia pun mendorong adanya koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, instansi terkait, serta aparat keamanan untuk memastikan situasi tetap kondusif. Selain itu, diperlukan juga kesiapan dalam menyediakan lapangan pekerjaan dan layanan publik yang memadai.
“Dengan pemantauan yang baik serta langkah antisipatif, kita berharap geliat ekonomi pasca Ramadan tetap terjaga dan dampak urbanisasi dapat diminimalisir,” pungkasnya. (MARINI/j)









