PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI membangun tujuh tenda kelas darurat untuk mendukung pendidikan anak-anak terdampak krisis kemanusiaan di Beit Lahia, Gaza Utara, Palestina.

Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid menegaskan bahwa akses pendidikan harus tetap terjaga meskipun berada dalam kondisi darurat. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang belajar yang aman dan layak bagi anak-anak.

“Kami ingin anak-anak di Gaza tetap memiliki ruang belajar yang aman dan layak. Tenda kelas darurat ini diharapkan membantu mereka melanjutkan kegiatan belajar meskipun berada di tengah situasi yang sulit,” ujar Sodik dalam keterangan di Jakarta, Minggu, 22 Maret 2926.

Ia menjelaskan, Baznas menyediakan ruang belajar sementara yang dilengkapi meja dan kursi agar siswa dapat mengikuti kegiatan belajar dengan lebih nyaman.

Selain sebagai sarana pendidikan, pembangunan kelas darurat ini juga bertujuan memberikan dukungan psikososial bagi anak-anak di wilayah konflik.

Sodik turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto serta masyarakat Indonesia yang telah menyalurkan bantuan melalui Baznas sehingga berbagai program kemanusiaan dapat terus berjalan.

Salah satu penerima manfaat, Zeina Al Motawaq (8), mengaku kini dapat belajar lebih nyaman setelah sebelumnya harus menulis di lantai tanpa fasilitas memadai.

Fasilitas kelas darurat tersebut dirancang menampung sekitar 100 anak dalam dua sesi belajar, masing-masing diikuti 45 hingga 50 siswa.

Selain pembangunan kelas, Baznas juga menyalurkan bantuan lain bagi warga Palestina, seperti paket pangan, hidangan berbuka puasa, layanan kesehatan, distribusi air bersih, pakaian, selimut, hingga pembangunan tenda pemukiman dan fasilitas darurat lainnya.

ANTARA