PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Khemal Nasery, menegaskan potensi lonjakan urbanisasi pasca Lebaran harus diantisipasi secara serius oleh pemerintah daerah.

Menurutnya, fenomena perpindahan penduduk setelah Idulfitri kerap terjadi di berbagai daerah dan berpotensi menimbulkan persoalan sosial jika tidak dikelola dengan baik.

Khemal menyampaikan arus urbanisasi umumnya dipicu keinginan masyarakat untuk mencari pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik di wilayah perkotaan.

Namun, tanpa kesiapan matang, kondisi ini justru dapat meningkatkan angka pengangguran, kemiskinan, hingga memicu masalah sosial lainnya.

“Urbanisasi pasca Lebaran adalah fenomena tahunan yang perlu menjadi perhatian bersama. Pemerintah harus memiliki langkah antisipatif agar dampaknya tidak meluas,” ujarnya saat dikonfirmasi Minggu, 22 Maret 2026.

Ia menambahkan, meskipun Palangka Raya bukan kota tujuan utama urbanisasi seperti kota-kota besar di Pulau Jawa, tetap ada potensi peningkatan jumlah penduduk yang datang.

Hal tersebut, menurutnya, perlu diimbangi dengan kesiapan infrastruktur, layanan publik, serta ketersediaan lapangan pekerjaan.

Khemal juga mendorong pemerintah memperkuat pendataan penduduk, khususnya bagi pendatang baru, guna memastikan administrasi kependudukan tetap tertib.

Selain itu, pengawasan terhadap mobilitas penduduk dinilai penting untuk menjaga stabilitas sosial di daerah.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, serta instansi terkait dalam menghadapi arus urbanisasi agar penanganannya berjalan efektif.

“Kita berharap dengan kesiapan yang baik, urbanisasi tidak menjadi beban, tetapi justru bisa menjadi potensi jika dikelola dengan tepat,” pungkasnya. (MARINI/J)