TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mitra Mandiri Desa Matabu, Kabupaten Barito Timur, melaksanakan panen perdana ikan lele yang langsung dipasok untuk kebutuhan konsumsi prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 924/Uria Mapas di Desa Jaar, Minggu, 22 Maret 2026.

Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menjajaki peluang kerja sama antara BUMDes dengan satuan militer yang baru terbentuk di Barito Timur, khususnya dalam mendukung penguatan ketahanan pangan berbasis potensi lokal desa.

Ketua BUMDes Mitra Mandiri, Ahmad Effendi, menjelaskan bahwa pasokan ikan lele ke Yonif TP 924 yang memiliki 529 prajurit masih bersifat uji coba dan belum terikat dalam perjanjian kerja sama resmi. Hal ini dilakukan untuk menilai kesesuaian antara kebutuhan pihak batalyon dengan kapasitas produksi BUMDes.

“Belum ada perjanjian kerja sama, ini baru pertama kali jadi sifatnya percobaan dulu. Nanti kalau cocok dan dari batalyon memerlukan lagi, baru kita pertimbangkan untuk menjadi pemasok tetap,” ujarnya.

Effendi menambahkan, setelah panen, ikan lele langsung melalui proses pembersihan secara higienis untuk menjaga kualitas sebelum dikirim ke pihak batalyon. Penanganan pascapanen tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan produk layak konsumsi.

Sementara itu, Kepala Desa Matabu, Juni Setiawan, mengapresiasi dukungan Yonif TP 924/Uria Mapas yang telah bersedia menyerap hasil produksi BUMDes. Menurutnya, kolaborasi ini membuka peluang strategis dalam memperkuat ekonomi desa melalui pemanfaatan potensi lokal.

“Untuk unit usaha ketahanan pangan dari BUMDes ada tiga jenis yaitu kebun sayur, ikan dan bebek petelur. Karena itu kami membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama pemerintah melalui program makan bergizi gratis maupun seperti batalyon ini untuk membantu kami menyerap produk dari BUMDes sehingga kami bisa berfokus pada pengembangan usaha,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa unit usaha bebek petelur saat ini telah mulai berproduksi. Sementara itu, komoditas sayuran seperti terung, tomat dan cabai diperkirakan akan mulai panen dalam waktu sekitar satu bulan ke depan, menandai arah pengembangan usaha yang semakin terintegrasi.

Pengembangan BUMDes di tingkat desa dinilai memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain membuka lapangan kerja, BUMDes juga berperan dalam memperkuat kemandirian ekonomi desa, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah serta menciptakan rantai distribusi yang lebih efisien.

Kolaborasi dengan institusi seperti Yonif 924/Uria Mapas menjadi contoh konkret bagaimana hasil produksi desa dapat terserap secara berkelanjutan. Pemerintah Desa Matabu pun berharap uji coba ini dapat berlanjut menjadi kerja sama jangka panjang yang berdampak pada peningkatan pendapatan BUMDes sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal di Barito Timur. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)