PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya yang membidangi sektor pangan, Sumadi, meminta pemerintah daerah untuk mempercepat upaya swasembada energi melalui optimalisasi potensi komoditas lokal, termasuk jagung.

Menurut Sumadi, jagung tidak hanya berperan sebagai komoditas pangan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai bahan baku energi alternatif seperti bioetanol.

Oleh karena itu, pengembangan jagung dinilai dapat memberikan manfaat ganda, baik untuk ketahanan pangan maupun kemandirian energi daerah.

Ia menegaskan, pemerintah daerah perlu menyusun langkah strategis yang terintegrasi, mulai dari peningkatan produksi jagung, dukungan terhadap petani, hingga pengembangan industri pengolahan berbasis energi terbarukan.  Dengan demikian, potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Pemanfaatan jagung sebagai bagian dari swasembada energi harus didorong serius. Ini bukan hanya soal pangan, tetapi juga peluang untuk menciptakan nilai tambah bagi perekonomian daerah,” ujarnya, Minggu, 22 Maret 2026.

Selain itu, Sumadi juga mendorong adanya sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, serta kelompok tani dalam mengembangkan sektor ini. Dukungan berupa akses permodalan, teknologi, dan pendampingan dinilai menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan pangan dan energi, agar pengembangan jagung tidak mengganggu ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat. Perencanaan yang matang dinilai sangat diperlukan agar kedua sektor dapat berjalan seiring.

"Dengan langkah yang tepat, saya nyakin Palangka Raya mampu menjadi salah satu daerah yang berkontribusi dalam mewujudkan swasembada energi berbasis potensi lokal, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani," pungkasnya. (MARINI/j)