BORNEONEWS, Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat arus lalu lintas menuju arah timur masih tinggi hingga Hari H Lebaran 2026.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengungkapkan lonjakan kendaraan terlihat dari pergerakan keluar wilayah Jabodetabek pada hari pertama Idul Fitri.
“Lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabodetabek melalui empat gerbang tol utama pada Hari H Lebaran tercatat masih tinggi, yakni mencapai 197.119 kendaraan,” ujarnya seperti dikutip pada Senin, 23 Maret 2026.
Arus kendaraan tersebut didominasi menuju arah timur, baik ke jalur Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama maupun ke arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama, dengan kontribusi mencapai 57,5 persen.
Rivan menjelaskan, volume kendaraan yang melintas di GT Cikampek Utama mencapai 68.374 unit atau naik 113,2 persen dibanding kondisi normal.
“Kami juga mencatat peningkatan signifikan menuju Bandung melalui GT Kalihurip Utama sebanyak 45.086 kendaraan atau naik 13,9 persen dari lalu lintas normal,” katanya.
Melihat kondisi tersebut, Jasa Marga mengimbau masyarakat yang masih berada di kampung halaman agar mengatur waktu perjalanan kembali ke Jabodetabek.
Bagi yang memiliki fleksibilitas waktu, pemudik disarankan memanfaatkan periode Work From Anywhere (WFA) pada 25–27 Maret 2026 untuk menghindari kepadatan, sekaligus memanfaatkan diskon tarif tol 30 persen yang berlaku pada 26–27 Maret 2026.
“Untuk menghindari penumpukan kendaraan, kami mengimbau masyarakat tidak melakukan perjalanan pada waktu favorit seperti pagi dan malam hari,” ujar Rivan.
Ia juga mengingatkan potensi kepadatan di jalur menuju destinasi wisata yang biasanya meningkat setelah perayaan Lebaran.
Selain mengatur waktu perjalanan, pengguna jalan diminta memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima, menyiapkan perbekalan, serta memastikan kecukupan bahan bakar dan saldo uang elektronik.
Jasa Marga juga mencatat total kendaraan yang keluar dari Jabodetabek pada periode H-10 hingga Hari H Lebaran, yakni 11–21 Maret 2026, mencapai 2.007.253 kendaraan atau meningkat 24,6 persen dibanding kondisi normal.
Angka tersebut berasal dari empat gerbang tol utama, yaitu GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, GT Cikupa, dan GT Ciawi.
Rivan menambahkan, jumlah tersebut setara 56,89 persen dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan yang diperkirakan keluar dari Jabodetabek selama periode 11–31 Maret 2026.
ANTARA









