BORNEONEWS, Palangka Raya - Kegiatan simulasi pemadaman kebakaran yang digelar PT Sawit Mandiri Lestari atau SML mendapat respons positif dari para peserta. Latihan tersebut dinilai mampu membangun budaya sigap dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan kerja.
Sugianto, salah satu peserta dari tim tanggap darurat Karang Taba Estate, menegaskan bahwa simulasi rutin menjadi sarana penting untuk meningkatkan kesiapan individu maupun tim saat menghadapi potensi kebakaran.
Menurutnya, melalui latihan tersebut, setiap anggota tim dapat memahami peran dan tanggung jawab masing-masing secara lebih jelas ketika berada dalam kondisi darurat.
“Dengan simulasi rutin, kami lebih memahami peran masing-masing saat terjadi kebakaran. Harapannya, jika kondisi nyata terjadi, kami sudah siap dan tidak panik,” jelasnya dalam rilis SSMS pada Senin, 23 Maret 2026.
Di sisi lain, PT Sawit Mandiri Lestari saat ini mengelola area operasional seluas kurang lebih 19 ribu hektare dengan jumlah karyawan sekitar 3.000 orang.
"Luasnya cakupan wilayah dan besarnya jumlah tenaga kerja membuat kesiapsiagaan terhadap risiko kebakaran menjadi prioritas utama perusahaan," kata Joko Triyanto selaku perwakilan manajemen PT. Sawit Mandiri Lestari.
Melalui kegiatan ini, perusahaan tidak hanya memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3), tetapi juga menegaskan komitmennya terhadap prinsip keberlanjutan, termasuk perlindungan lingkungan, pekerja, serta aset perusahaan melalui sistem manajemen yang terus ditingkatkan. (TESTI PRISCILLA/j)









