BORNEONEWS, Jakarta — Pemerintah Turki terus mendorong upaya meredakan ketegangan di kawasan Teluk Persia melalui komunikasi intensif dengan sejumlah negara dan mitra internasional.
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan melakukan pembahasan terkait deeskalasi konflik bersama perwakilan dari Iran, Mesir, Amerika Serikat, serta Uni Eropa.
Berdasarkan keterangan sumber di Kementerian Luar Negeri Turki, pembicaraan tersebut mencakup langkah-langkah konkret untuk menghentikan konflik yang terus memanas di kawasan tersebut.
Menlu Fidan diketahui berdialog dengan sejumlah pejabat penting, di antaranya Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty, serta Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas.
“Dalam pembicaraan tersebut, langkah-langkah untuk mengakhiri konflik menjadi fokus utama,” ujar sumber tersebut.
Sebelumnya, pada Sabtu, 22 Maret 2026, Fidan menilai eskalasi di kawasan Teluk masih berpotensi berlangsung dalam dua hingga tiga pekan ke depan. Ia menegaskan posisi Amerika Serikat menjadi faktor kunci dalam dinamika konflik tersebut.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, termasuk di ibu kota Teheran, pada 28 Februari 2026.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa, serta memicu aksi balasan Iran ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.
Situasi ini mendorong berbagai pihak, termasuk Turki, untuk mengintensifkan diplomasi guna meredakan konflik dan mencegah eskalasi lebih luas di kawasan strategis tersebut.
Sumber: Sputnik/ANTARA









