BORNEONEWS, Palangka Raya - Memasuki hari ketiga Idulfitri, harga kebutuhan pokok kembali mengalami kenaikan, salah satunya telur ras yang dijual di salah satu kios sembako di kawasan Jalan G. Obos, Palangka Raya. Harga telur ukuran kecil kini mencapai Rp2.300 per butir, sedangkan ukuran besar Rp2.400 per butir.
Kenaikan harga tersebut menuai beragam tanggapan dari masyarakat yang tengah berbelanja untuk memenuhi kebutuhan pasca lebaran. Banyak warga mengaku cukup terkejut karena harga telur yang biasanya relatif stabil, kini ikut merangkak naik.
Salah seorang warga, Siti, mengungkapkan bahwa kenaikan harga telur cukup terasa, mengingat bahan tersebut merupakan kebutuhan harian yang hampir selalu digunakan.
“Biasanya tidak semahal ini. Walaupun naiknya tidak terlalu besar per butir, tapi kalau beli banyak tetap terasa juga,” ujarnya, Senin, 23 Maret 2026.
Hal senada disampaikan oleh Andi, yang menilai kenaikan harga pasca lebaran sudah menjadi pola tahunan, namun tetap saja memberatkan masyarakat.
“Setiap habis lebaran pasti naik, tapi harapannya tidak terlalu tinggi. Soalnya kebutuhan masih banyak setelah lebaran,” katanya.
Andi berharap pemerintah daerah dapat melakukan pemantauan harga secara rutin di lapangan agar lonjakan harga tidak berlangsung lama dan tetap dalam batas wajar.
Selain itu, ia juga menginginkan adanya langkah konkret untuk menjaga stabilitas pasokan bahan pokok, sehingga harga dapat kembali normal dan daya beli masyarakat tetap terjaga. (MARINI/j)









