PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Nilai ekspor Provinsi Kalimantan Tengah pada Januari 2026 masih didominasi komoditas unggulan, yakni batu bara dan lignit dari kelompok bahan bakar mineral serta minyak kelapa sawit dari kelompok lemak dan minyak hewani/nabati. Ketiga komoditas tersebut tetap menjadi penopang utama kinerja perdagangan luar negeri daerah.

Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyampaikan bahwa secara tahunan (year on year), nilai ekspor pada Januari 2026 mengalami penurunan.

“Jika dibandingkan Januari tahun lalu, nilai ekspor turun sebesar US$40,33 juta atau 13,56 persen,” ujarnya pada Senin, 23 Maret 2026.

Penurunan tersebut terutama dipicu melemahnya kinerja pada kelompok bahan bakar mineral. Tercatat, kelompok ini mengalami penurunan nilai ekspor sebesar US$14,57 juta atau turun 6,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, kelompok lemak dan minyak hewani maupun nabati, yang didominasi produk kelapa sawit, juga mengalami kontraksi cukup dalam. Nilai ekspor pada kelompok ini turun sebesar US$12,08 juta atau 26,25 persen secara tahunan.

Meski demikian, terdapat kelompok komoditas yang menunjukkan peningkatan. Agnes mengungkapkan bahwa kelompok jangat dan kulit mentah mencatat kenaikan nilai ekspor sebesar US$0,02 juta, setelah sebelumnya tidak terdapat aktivitas ekspor pada kelompok tersebut.

Sementara itu, secara bulanan (month to month), kinerja ekspor Kalimantan Tengah juga mengalami penurunan signifikan. Dibandingkan Desember 2025, nilai ekspor turun sebesar US$130,72 juta atau 33,71 persen, dengan penurunan terbesar berasal dari kelompok bahan bakar mineral sebesar US$63,56 juta, disusul kelompok lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$56,96 juta. (TESTI PRISCILLA/j)