JAKARTA –

BORNEONEWS, Muara Teweh - Arus balik Lebaran 2026 menggunakan transportasi udara dari dan menuju Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, mulai menunjukkan peningkatan pada H+2.

Kepala Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh, Muhammad Amrillah, mengatakan lonjakan jumlah penumpang mulai terlihat dibandingkan hari sebelumnya, baik untuk rute Muara Teweh–Banjarmasin maupun Muara Teweh–Palangka Raya.

“Pergerakan penumpang hari ini mulai ramai, baik yang berangkat maupun yang datang, dibandingkan hari sebelumnya,” ujarnya, Selasa, 24 Maret 2026.

Ia menjelaskan, layanan penerbangan dari Bandara Haji Muhammad Sidik ke Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya dilayani maskapai Susi Air sebagai penerbangan perintis. Sementara rute Muara Teweh menuju Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru dilayani Wings Air.

Berdasarkan data sementara, jumlah penumpang yang berangkat tercatat sebanyak 55 orang, sedangkan penumpang yang tiba mencapai 59 orang.

Amrillah memperkirakan tren peningkatan ini akan terus berlanjut hingga puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada Rabu, 25 Maret 2026.

Untuk penerbangan perintis, pesawat jenis Cessna berkapasitas 12 penumpang melayani rute Muara Teweh–Palangka Raya dengan frekuensi satu kali dalam sepekan, yakni setiap Senin. Tarif tiket berkisar Rp493 ribu hingga Rp540 ribu, tergantung arah penerbangan.

Sementara itu, Wings Air mengoperasikan pesawat ATR 72-600 berkapasitas 72 penumpang untuk rute Muara Teweh–Banjarbaru pulang pergi setiap hari.

Menurut Amrillah, sebagian besar penumpang rute Banjarmasin merupakan pemudik yang melanjutkan perjalanan dari kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya melalui Bandara Syamsudin Noor.

“Banyak penumpang merupakan pemudik dari Pulau Jawa yang transit di Banjarmasin, baik menuju Muara Teweh maupun sebaliknya,” tutupnya.