BORNEONEWS, Palangka Raya - Menghadapi ancaman musim kemarau, PT Sawit Mandiri Lestari atau SML memperkuat kolaborasi multipihak melalui Apel Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutla Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya antisipatif perusahaan dalam mencegah serta menangani potensi kebakaran yang kerap meningkat saat musim kering.
Manager Sustainability PT Sawit Mandiri Lestari, Joko Triyanto, menegaskan bahwa sektor swasta memiliki peran strategis dalam mendukung upaya pengendalian karhutla secara nasional. Menurutnya, upaya pencegahan tidak bisa dilakukan secara parsial.
“Karhutla bukan hanya persoalan satu wilayah atau satu pihak. Ini adalah isu nasional yang membutuhkan kolaborasi nyata. Melalui apel siaga ini, kami memastikan seluruh sumber daya siap dan koordinasi dengan aparat teritorial berjalan baik. Pencegahan harus dilakukan bersama dan dimulai dari kesiapsiagaan,” ujarnya dalam rilis kepada Borneonews pada Selasa, 24 Maret 2026.
Ancaman karhutla sendiri masih menjadi perhatian nasional setiap tahunnya. Selain merusak lingkungan, kebakaran hutan dan lahan juga berdampak pada kesehatan masyarakat, mengganggu aktivitas ekonomi, hingga berpotensi menimbulkan kabut asap lintas wilayah.
Apel siaga yang digelar di Lapangan Suja Estate tersebut melibatkan jajaran manajemen SML, regu tanggap darurat dari seluruh unit kerja, serta perwakilan Babinsa dari wilayah teritorial Kodim 1017/Lamandau.
"Keterlibatan berbagai pihak ini menegaskan pentingnya sinergi dalam menghadapi potensi bencana," tuturnya.
Melalui kegiatan ini, perusahaan memastikan kesiapan personel, kelengkapan peralatan, serta sistem koordinasi di lapangan. Langkah ini dinilai krusial sebagai bentuk kesiapsiagaan sebelum memasuki periode rawan kebakaran. (TESTI PRISCILLA/j)









