BORNEONEWS, Banjarmasin - Pemerintah Kota Banjarmasin menyiapkan perubahan desain untuk menuntaskan pembangunan Jembatan Cemara Ujung–Sungai Andai (Cusa) di Banjarmasin Utara.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah, mengatakan perubahan desain difokuskan pada bagian oprit jembatan yang hingga kini belum rampung.
Ia menjelaskan, struktur utama atau bentang jembatan sebenarnya telah selesai dibangun pada akhir 2025. Namun, karena oprit belum tuntas, jembatan tersebut belum bisa difungsikan.
“Perubahan desain ini dilakukan agar konstruksi jembatan sesuai dengan kondisi lapangan, khususnya di sisi sungai,” ujarnya, Selasa, 24 Maret 2026.
Menurut Suri, langkah tersebut diambil sebagai tindak lanjut hasil audit ketaatan oleh Inspektorat Kota Banjarmasin berdasarkan surat dari Kejaksaan Negeri Banjarmasin.
Perubahan desain nantinya akan menjadi dasar teknis agar kelanjutan pembangunan dapat berjalan sesuai ketentuan, baik dari sisi konstruksi maupun aspek hukum.
Dalam penyusunan kajian teknis, Dinas PUPR melibatkan tenaga ahli. Kajian geoteknik sebelumnya juga telah dilakukan oleh akademisi Universitas Lambung Mangkurat.
Sesuai rekomendasi dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat, proses review desain diminta kembali dilakukan oleh perencana awal proyek agar hasil analisis lebih komprehensif.
Selain perubahan konstruksi, kajian juga mencakup analisis hidrolika dan hidrologi sungai di sekitar lokasi guna memastikan kekuatan struktur terhadap potensi gerusan.
“Dengan kajian menyeluruh, kami berharap pembangunan jembatan ini bisa optimal dan aman dalam jangka panjang,” katanya.
Pembangunan Jembatan Cusa sendiri dilakukan dalam dua tahap, yakni pada 2024 dengan anggaran sekitar Rp21 miliar dan pada 2025 sebesar Rp3,2 miliar.
Keberadaan jembatan ini dinilai penting untuk mengurai kemacetan di kawasan Sungai Andai yang memiliki jumlah penduduk cukup padat, sekitar 30 ribu jiwa.
Saat ini, akses penghubung dari Sungai Andai menuju pusat kota hanya mengandalkan satu jembatan, sehingga kerap terjadi kepadatan lalu lintas.
Karena itu, pembangunan Jembatan Cusa yang mengusung konsep jembatan gantung diharapkan menjadi solusi untuk memperlancar mobilitas masyarakat di kawasan tersebut.
ANTARA









