BORNEONEWS, Gunung Mas - Naiknya harga karet dalam beberapa pekan terakhir, membawa angin segar bagi petani di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Harga beli karet dari petani mengalami kenaikan. Hal tersebut disambut gembira para petani. Dengan naiknya harga karet, penghasilan petani karet pun akan bertambah.
Salamat, 60, salah seorang petani karet di Gumas menyatakan, sangat menyambut baik adanya kenaikan harga karet. Hal itu berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani di kabupaten bermoto bumi habangkalan penyang karuhei tatau.
"Kenaikan harga karet sangat ditunggu-tunggu oleh kami sebagai penyadap karet. Kami sangat senang ada kenaikan harga karet," kata Salamat saat di bincangi borneonews, Senin (26/12/2016).
Dia menyampaikan, saat ini harga beli karet dari petani dengan kisaran Rp7 ribu sampai Rp8 ribu per kilogram. Sementara sebelumnya hanya Rp4 ribu sampai Rp5 ribu per kilogram."Bahkan kami berharap harga karet bisa sampai Rp13 sampai Rp15 ribu per koligram, seperti pada 2011 lalu," tukasnya.
Petani karet lainnya, Rantau, 36,menyatakan, sangat senang dengan kenaikan harga karet. Dengan demikian, akan semakin banyak masyarakat di Kabupaten Gumas yang beralih usaha menyadap karet dan meninggalkan pekerjaan penabangan emas tanpa izin. (PETI).
"Bila harga karet seperti saat ini, tentu akan menarik minat masyarakat untuk menyadap karet," cetusnya.
Masyarakat di Kabupaten Gumas sangat berharap harga karet bisa meningkat lagi. Bahkan, melebihi angka Rp10 per kilogram. Mengingat cukup banyak masyarakat di Gumas yang memiliki kebun karet dan berusaha menyadap karet. (EPRA SENTOSA/N).








