PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya, Riduan, menekankan pentingnya upaya deteksi dini sebagai langkah krusial dalam mencegah penyebaran penyakit tuberkulosis (TBC). Hal ini disampaikannya dalam rangka peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia pada 24 Maret 2026.

Menurut Riduan, deteksi dini memiliki peran yang sangat vital dalam penanganan TBC. Semakin cepat seseorang diketahui terinfeksi, semakin cepat pula penanganan medis yang bisa diberikan.

"Hal ini tidak hanya menyelamatkan pasien, tetapi juga memutus rantai penularan penyakit tersebut kepada orang lain di lingkungan sekitar," katanya, Selasa, 24 Maret 2026.

Peringatan Hari TBC Sedunia pada 24 Maret nanti menjadi momen yang tepat untuk kembali mengingatkan masyarakat akan bahaya penyakit ini.

Riduan menyebutkan bahwa peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik mengenai dampak kesehatan, sosial, dan ekonomi dari TBC, serta mempercepat langkah-langkah untuk mengakhiri epidemi penyakit tersebut di Palangka Raya.

Riduan juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala-gejala awal yang muncul, seperti batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu, penurunan berat badan, dan demam berkepanjangan.

Jika mengalami gejala tersebut, masyarakat diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan akurat.

Melalui peringatan Hari TBC Sedunia 2026 ini, Riduan berharap adanya partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.

"Sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam melakukan deteksi dini dan kepatuhan terhadap pengobatan diharapkan dapat menjadikan Kota Palangka Raya bebas dari ancaman tuberkulosis di masa depan," pungkasnya. (PATHUR/j)