BORNEONEWS, Jakarta - Kesuksesan pebasket 3x3 Noortje Driessen dan Caden Pierce meraih gelar pemain terbaik (MVP) pada FIBA 3x3 Champions Cup 2026 menjadi bukti efektivitas jalur pembinaan yang diterapkan FIBA.

Dikutip dari laman resmi FIBA 3x3, Selasa, 25 Maret 2026, keduanya merupakan produk program pengembangan terstruktur untuk kategori putri dan putra, yang mencakup kompetisi usia muda hingga level elite.

Driessen dan Pierce sebelumnya mengasah kemampuan melalui FIBA 3x3 Nations League serta FIBA 3x3 U-23 World Cup. Sistem ini dirancang untuk menciptakan kesinambungan pembinaan, mulai dari kompetisi rutin hingga panggung internasional.

Nations League memberikan jam terbang tinggi bagi pemain muda untuk beradaptasi dengan ritme cepat, fisik, dan transisi intens khas 3x3, sementara U-23 World Cup menjadi ajang pembuktian global menghadapi pemain terbaik seusia.

Noortje Driessen menunjukkan perkembangan signifikan sejak tampil di Nations League hingga dua edisi U-23 World Cup (2019 dan 2022). Ia tampil dominan di Bangkok dengan mencetak 15 poin pada partai final, membawa Belanda meraih gelar juara.

Sementara itu, Caden Pierce berkembang menjadi pemain kunci timnas Amerika Serikat. Ia membantu negaranya menjuarai beberapa seri Nations League pada 2024 dan 2025. Performa konsisten serta kontribusinya di momen krusial mengantarkan AS menjadi juara sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai MVP.

Keberhasilan kedua pemain tersebut menegaskan bahwa sistem pembinaan 3x3 FIBA mampu melahirkan atlet yang siap bersaing di level tertinggi. Dengan pertumbuhan pesat cabang olahraga ini, dan persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028 Olympics, jalur pembinaan tersebut dinilai menjadi fondasi penting bagi masa depan bola basket 3x3 dunia.

ANTARA