PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dunia konservasi kembali berduka. Ahli primatologi legendaris, Birute Marija Filomena Galdikas meninggal dunia, Selasa, 24 Maret 2026 di Los Angeles, California, Amerika Serikat, dalam usia 79 tahun.

Manager Program Orangutan Foundation International (OFI) Dudy Kurniawan, Rabu, 25 Maret 2026  mengungkapkan bahwa mendiang selama ini dikenal sebagai sosok yang sangat berjasa dalam upaya pelestarian orangutan, khususnya di Kalimantan.

“Beliau adalah tokoh besar dalam dunia konservasi. Dedikasinya terhadap pelestarian orangutan di Kalimantan sudah diakui secara internasional,” jelas Dudy Kurniawan 

Menurut Dudy Kurniawan, Birute Marija Filomena Galdikas yang lahir di Wiesbaden, Jerman, 10 May 1946, tidak hanya dikenal sebagai ilmuwan, tetapi juga sebagai aktivis lingkungan dan penulis yang banyak mengangkat isu ancaman kepunahan orangutan.

“Beliau bukan hanya ahli primatologi, tapi juga aktivis pelestarian alam dan penulis berbagai buku penting mengenai orangutan. Kontribusinya sangat besar bagi dunia,” jelas Dudy Kurniawan.

Dudy Kurniawan juga menyampaikan bahwa sesuai amanat mendiang, Birute Marija Filomena Galdikas berharap dapat dimakamkan di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah.

“Keinginan beliau semasa hidup adalah dimakamkan di Pangkalan Bun. Ini menunjukkan betapa besar kecintaan beliau terhadap Indonesia, khususnya Kalimantan,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Dudy Kurniawan, pihak terkait tengah mengurus berbagai administrasi di Kedutaan Besar Indonesia di Amerika Serikat guna proses pemulangan jenazah ke Indonesia.

“Sekarang sedang dilakukan pengurusan administrasi di Kedubes Indonesia di Amerika Serikat. Kami berharap semua proses bisa berjalan lancar,” pungkasnya. (WAHYU KRIDA/j)