BORNEONEWS, Palangka Raya – Inspektorat Palangka Raya terus berupaya meningkatkan kualitas pengawasan dan tata kelola pemerintahan. Langkah nyata tersebut dilakukan dengan mengikuti kegiatan Koordinasi Manajemen Risiko yang digelar bersama Kejaksaan Negeri Palangka Raya.
Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk menyatukan persepsi dan strategi dalam menghadapi berbagai tantangan di lingkungan pemerintahan.
Inspektur Kota Palangka Raya, Hambali, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan yang sangat strategis.
"Pertemuan ini difokuskan untuk memperkuat koordinasi antar-instansi, khususnya dalam hal penerapan manajemen risiko yang menjadi salah satu pilar penting dalam penyelenggaraan pemerintahan yang modern dan terukur," katanya, Rabu, 25 Maret 2026.
Lebih lanjut, Hambali menjelaskan bahwa penerapan manajemen risiko ini sangat vital untuk mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik.
Tiga aspek utama yang menjadi sasaran adalah transparansi dalam setiap kebijakan, akuntabilitas dalam setiap langkah, serta integritas yang tinggi dari seluruh aparatur pemerintah di Kota Palangka Raya.
Melalui sinergi yang dibangun dalam kegiatan ini, kedua lembaga berharap dapat lebih optimal dalam melakukan identifikasi dini terhadap berbagai potensi risiko.
Hal ini mencakup risiko yang mungkin muncul dalam berbagai bidang, mulai dari pengelolaan keuangan daerah, pelaksanaan pembangunan, hingga pemberian pelayanan publik kepada masyarakat.
Selain mengidentifikasi, kegiatan ini juga bertujuan untuk menyusun langkah-langkah mitigasi yang tepat dan efektif.
"Dengan adanya pemahaman yang sama antara Inspektorat dan Kejaksaan Negeri, diharapkan setiap potensi kendala atau penyimpangan dapat dicegah atau ditangani dengan cepat sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar bagi jalannya pemerintahan," pungkasnya. (PATHUR/j)









