PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kiprah Birute Marija Filomena Galdikas dalam dunia konservasi, khususnya di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), menjadi warisan besar yang terus dikenang hingga saat ini.

Sejak pertama kali datang ke Kalimantan pada awal 1970-an, Birute mendedikasikan hidupnya untuk meneliti dan melindungi orangutan di habitat aslinya.

Setelah puluhan tahun mendedikasikan hidupnya untuk pelestarian orangutan Primatologis legendaris yang lahir di Wiesbaden, Jerman, 10 Mei 1946, wafat di Los Angeles, California, Amerika Serikat, Selasa, 24 Maret 2026.

Ia mendirikan Camp Leakey yang kemudian menjadi pusat penelitian orangutan paling terkenal di dunia dan simbol upaya konservasi di kawasan tersebut.

Sejak pertama kali datang ke Kalimantan pada awal 1970-an, Birut mendedikasikan hidupnya untuk meneliti dan melindungi orangutan di habitat aslinya. Ia mendirikan Camp Leakey yang kemudian menjadi pusat penelitian orangutan paling terkenal di dunia dan simbol upaya konservasi di kawasan tersebut.

Melalui penelitian jangka panjang, Birute Marija Filomena Galdikas menjadi pelopor dalam mengungkap perilaku, pola makan, hingga sistem sosial orangutan di alam liar. Temuan-temuannya memberikan dasar ilmiah yang kuat bagi upaya pelestarian spesies yang terancam punah tersebut.

Selain penelitian, ia juga aktif dalam program rehabilitasi dan pelepasliaran orangutan, khususnya bagi individu yang menjadi korban perburuan atau kehilangan habitat. Program ini berkontribusi besar dalam mengembalikan orangutan ke alam liar serta menjaga populasi mereka tetap lestari.

Tak hanya di tingkat lokal, dedikasi Birute juga berdampak secara global. Melalui berbagai publikasi dan aktivitas advokasi, ia berhasil menarik perhatian dunia terhadap ancaman deforestasi dan pentingnya menjaga hutan hujan tropis Kalimantan.

Melalui organisasi Orangutan Foundation International (OFI), ia memperluas upaya konservasi dengan menggabungkan penelitian, pendidikan lingkungan, serta perlindungan habitat. Program-program tersebut terus berjalan hingga kini dan menjadi model bagi berbagai inisiatif konservasi di dunia.

Kiprah panjang Birute Marija Filomena Galdikas di Tanjung Puting menjadikannya sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam pelestarian orangutan. Dedikasi seumur hidupnya meninggalkan jejak yang kuat dalam upaya menjaga keberlangsungan satwa endemik Kalimantan tersebut. (WAHYU KRIDA/j)