JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta - Tim SAR gabungan membagi dua grup dalam operasi pencarian dua pendaki yang dilaporkan hilang di Gunung Dako, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah.

Kepala Kantor SAR Palu, Muh Rizal, Rabu, 25 Maret 2026 mengatakan, pencarian difokuskan di sekitar Pos 3 yang menjadi lokasi terakhir kedua pendaki terlihat.

“Fokus pencarian di area Pos 3 hingga ke puncak gunung,” ujarnya.

Pada hari kedua operasi, tim menggunakan metode Expanded Search and Rescue (ESAR) dengan menyisir dua sektor pencarian yang telah ditentukan.

Dua grup penyelamat menyusuri punggungan dan lereng gunung untuk memperluas jangkauan pencarian. Operasi dimulai sejak pukul 07.30 WITA.

Berdasarkan keterangan rekan korban, pendakian dimulai pada Senin (23/3). Saat tiba di Pos 3, kedua pendaki memutuskan berhenti karena kelelahan, sementara dua rekannya melanjutkan perjalanan ke puncak.

Namun, saat kembali ke Pos 3 sekitar pukul 13.00 WITA, kedua pendaki tersebut sudah tidak berada di lokasi. Upaya pencarian awal oleh rekan mereka belum membuahkan hasil.

Rizal menyebut, kedua pendaki membawa logistik untuk kebutuhan sekitar tiga hari, sehingga diharapkan masih dapat bertahan sambil menunggu bantuan.

“Dengan logistik yang ada, kami berharap korban bisa bertahan dan segera ditemukan,” katanya.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas melalui Unit Siaga SAR Tolitoli, BPBD, aparat desa, Bhabinkamtibmas, hingga masyarakat setempat.

Tim juga didukung peralatan SAR seperti navigasi, komunikasi, medis, dan perlengkapan evakuasi lainnya.

Dua pendaki yang dilaporkan hilang diketahui bernama Moh Agil (21) dan Moh Rifal (18).

ANTARA