JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan kabar yang menyebut siswa harus datang ke sekolah untuk mengambil Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat pembelajaran daring merupakan informasi tidak benar atau hoaks.

Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, mengatakan hingga saat ini belum ada pembahasan maupun penyusunan petunjuk teknis terkait penyaluran MBG dalam skema pembelajaran jarak jauh.

“Belum ada kebijakan maupun juknis terkait penyaluran MBG saat pembelajaran daring,” ujarnya, Rabu, 25 Maret 2026.

Ia menjelaskan, pelaksanaan program MBG saat ini masih mengacu pada mekanisme pembelajaran tatap muka di sekolah.

Sony juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya, terutama yang beredar di media sosial. Menurutnya, setiap kebijakan resmi akan disampaikan melalui kanal resmi pemerintah.

BGN memastikan program MBG tetap dijalankan sesuai standar, baik dari sisi kualitas gizi maupun tata kelola distribusi agar manfaatnya optimal bagi siswa.

“Jika ada kebijakan baru, tentu akan diumumkan secara resmi,” katanya.

Sebelumnya, beredar isu bahwa kegiatan belajar mengajar akan kembali dilakukan secara daring mulai April 2026 sebagai bagian dari upaya penghematan energi.

Namun, pemerintah hingga kini belum mengeluarkan keputusan resmi terkait kebijakan tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayanti, menyatakan tidak setuju dengan wacana pembelajaran daring kembali diterapkan.

Ia menilai pengalaman saat pandemi COVID-19 menunjukkan sistem pembelajaran daring memiliki banyak tantangan, mulai dari pemahaman materi hingga pembentukan karakter siswa.

ANTARA