JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta - Militer Amerika Serikat mulai mengerahkan pasukan elitnya ke kawasan Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Komandan 82nd Airborne Division, Mayor Jenderal Brandon Tegtmeier, bersama staf markasnya dilaporkan telah menerima perintah untuk bertugas di wilayah tersebut.

Laporan media AS, Selasa, 24 Maret 2026 menyebutkan, Pentagon tengah mempertimbangkan pengiriman tambahan pasukan sebagai bagian dari skenario operasi militer, termasuk kemungkinan operasi darat terhadap Iran.

Meski demikian, keputusan final terkait pengerahan pasukan darat disebut masih belum ditetapkan.

Tim tempur brigade yang akan diberangkatkan diperkirakan berjumlah sekitar 3.000 personel dan akan bergerak bersama markas divisi sebagai bagian dari kesiapan operasional.

Sebelumnya, laporan media mengungkapkan bahwa Pentagon telah menyiapkan berbagai skenario militer untuk menghadapi situasi yang terus berkembang di Timur Tengah, termasuk opsi pengerahan pasukan darat.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap target di Iran pada akhir Februari lalu.

Serangan tersebut memicu balasan dari Iran yang menargetkan wilayah Israel serta pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.

Situasi ini memperlihatkan eskalasi konflik yang berpotensi meluas apabila langkah diplomatik tidak segera dilakukan.

ANTARA