BORNEONEWS, Jakarta - Presiden Donald Trump mengklaim pemerintahannya kini telah berkomunikasi dengan pihak yang tepat dari Iran dalam upaya meredakan konflik yang sedang berlangsung.
Trump menyebut Iran menunjukkan keinginan kuat untuk mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat.
“Kami berbicara dengan orang yang tepat. Mereka sangat ingin mencapai kesepakatan,” ujarnya, Selasa, 24 Maret 2026.
Menurut Trump, komunikasi dilakukan melalui sejumlah perantara, termasuk Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, utusan khusus Steve Witkoff, serta Jared Kushner.
Ia juga menyinggung adanya “hadiah besar” bernilai tinggi dari Iran, meski tidak merinci bentuknya. Trump menegaskan hal tersebut tidak berkaitan dengan isu nuklir, melainkan sektor minyak dan gas.
Trump mengklaim Teheran telah menunjukkan sikap rasional dan sepakat untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Namun, pernyataan itu belum dikonfirmasi oleh pihak Iran.
Selama ini, Iran memang menyatakan tidak memiliki niat untuk mengembangkan senjata nuklir.
Di sisi lain, Trump juga melontarkan pernyataan keras terkait konflik, termasuk mengklaim AS telah menargetkan para pemimpin Iran dalam operasi militer sebelumnya.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak serangan udara oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu.
Serangan tersebut dibalas Iran dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah kawasan yang memiliki aset militer AS di Timur Tengah.
Situasi ini turut memicu dampak luas, mulai dari korban jiwa hingga gangguan terhadap stabilitas pasar global dan penerbangan internasional.
ANTARA.









