PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Sebuah lampu peringatan atau warning light di Jalan RTA Milono dilaporkan mengalami kerusakan dan patah pada Rabu, 25 Maret 2026, sekitar pukul 10.30 WIB.

Kejadian ini berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas serta membahayakan pengendara yang melintas di kawasan tersebut, sehingga membutuhkan penanganan segera dari pihak berwenang.

Merespons laporan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya, Hadi Suwandoyo, turun ke lokasi bersama personilnya.

Tim melakukan upaya pengaturan lalu lintas secara manual sebagai langkah cepat untuk mencegah terjadinya kemacetan yang lebih parah serta meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas di titik yang rawan tersebut.

Setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, diketahui bahwa perangkat warning light yang patah itu bukan merupakan aset milik Pemerintah Kota, melainkan milik Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kalimantan Tengah.

Hadi menjelaskan bahwa meski bukan aset mereka, pihak Dishub Kota tetap hadir untuk memastikan keamanan dan kelancaran pergerakan kendaraan.

"Kami di sini selaku Dishub Palangka Raya membantu arus lalu lintas agar bisa lancar dan aman tentunya," ujar Hadi, Rabu, 25 Maret 2026.

Kehadiran personil Dishub Kota menjadi jembatan penting sebelum tim teknis dari pemilik aset tiba untuk melakukan penanganan lebih lanjut.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Lalu Lintas BPTD Kelas II Kalimantan Tengah, Dailamianus, membenarkan bahwa pihaknya menerima laporan kerusakan tersebut pada pukul 11.00 WIB.

Untuk mengetahui kronologi dan penyebab pasti kejadian, pihaknya berencana melakukan penelusuran terhadap rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian.

Sebagai langkah sementara agar arus jalan dapat kembali normal, tim BPTD telah memindahkan atau melepas tiang warning light yang patah tersebut.

"Kami akan membuat surat resmi ke kepolisian terkait kejadian ini, mengingat kerusakan tersebut diduga merupakan bentuk perusakan terhadap aset milik negara yang harus diusut tuntas," pungkasnya. (PATHUR/H)