PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Kasus pemukulan yang sempat viral di Pangkalan Bun hingga berujung laporan polisi dan penetapan tersangka, kini berakhir damai setelah kedua belah pihak sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan.

Perdamaian tersebut terjadi antara korban Ardiansyah, pemilik warung “Mama Andre”, dengan terduga pelaku Zaldy. Keduanya memilih jalur damai dengan saling memaafkan dan mengakhiri persoalan tanpa melanjutkan proses hukum.

Kesepakatan damai itu juga diperkuat dengan beredarnya foto yang memperlihatkan keduanya bersama, disertai sejumlah uang yang diduga sebagai bagian dari penyelesaian perkara.

Adik korban, Bambang, membenarkan bahwa kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan damai.

“Waalaikumsalam bang, Alhamdulillah pihak kedua belah termasuk keluarga sudah sepakat untuk saling memaafkan dan menyelesaikan masalah ini dengan damai dan kekeluargaan bang,” ujar Bambang saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rabu, 25 Maret 2026.

Ia juga memastikan bahwa laporan polisi terkait kasus tersebut telah dicabut sebagai bagian dari kesepakatan damai.

Sementara itu, Borneonews.co.id juga mencoba menghubungi Zaldy untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

Kasus ini sebelumnya sempat menjadi perhatian luas masyarakat Pangkalan Bun dan ramai diperbincangkan di media sosial. Hal itu dipicu oleh beredarnya foto korban yang mengalami luka memar di bagian wajah.

Selain itu, sempat muncul sejumlah pernyataan dari korban yang menyebut terduga pelaku sebagai sosok berpengaruh. Namun sebagian dari pernyataan tersebut juga telah dibantah oleh pihak terduga pelaku.

Dengan adanya kesepakatan damai ini, kedua belah pihak berharap permasalahan tersebut tidak lagi berlanjut dan hubungan dapat kembali membaik. (DANANG/H)