PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) mencatat penyerapan program stimulus ekonomi berupa diskon transportasi kapal penumpang telah mencapai 72 persen atau setara 338.474 tiket dari total anggaran Rp 42,3 miliar.

Program yang dibuka sejak 11 Februari 2026 tersebut masih berlangsung hingga kuota habis atau paling lambat untuk keberangkatan sampai dengan 5 April 2026.

Tingginya minat masyarakat terhadap program ini turut tercermin pada ruas Kumai–Semarang yang masuk dalam daftar lima ruas terpadat per 19 Maret 2026 dengan total 10.890 penumpang.

Capaian tersebut menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat di wilayah Kumai dan sekitarnya dalam memanfaatkan program diskon transportasi laut selama periode mudik Lebaran.

Kepala Cabang PT PELNI (Persero) Kumai, Andry Yudha menegaskan bahwa tingginya jumlah penumpang pada ruas Kumai–Semarang menjadi bukti nyata manfaat program stimulus tersebut.

“Masuknya ruas Kumai–Semarang ke dalam lima ruas terpadat menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias memanfaatkan program diskon transportasi dari PELNI. Program ini sangat membantu masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik dengan lebih terjangkau, aman, dan nyaman,” ujarnya, Rabu, 25 Maret 2026.

Ia menambahkan, pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan agar seluruh proses keberangkatan penumpang dapat berjalan lancar, tertib, dan optimal selama periode Angkutan Lebaran.

Selain itu, PELNI Cabang Kumai juga terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait di pelabuhan serta memastikan kesiapan petugas dalam mendukung kelancaran embarkasi penumpang, khususnya pada masa puncak arus mudik dan arus balik.

Sementara itu, hingga 19 Maret 2026, penjualan tiket diskon transportasi telah mencapai sekitar 76 persen dari proyeksi penerima diskon sebanyak 445.534 tiket. Realisasi penumpang diskon untuk periode keberangkatan 11–19 Maret 2026 tercatat sebanyak 168.819 orang.
Keberangkatan penumpang diskon tertinggi terjadi pada 18 Maret 2026 dengan jumlah mencapai 27.790 penumpang.

Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda menyampaikan tingginya animo masyarakat terhadap program ini turut didorong oleh kebijakan work from anywhere (WFA) yang berlaku beberapa waktu lalu.

“Per tanggal 19 Maret, total penjualan tiket diskon untuk periode arus mudik keberangkatan 11 hingga 22 Maret 2026 telah mencapai 200.346 tiket. Sementara puncak arus mudik secara keseluruhan terjadi pada 18 Maret 2026 dengan realisasi 31.131 penumpang, meningkat sekitar 12,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, dengan sisa kuota diskon sekitar 28 persen, masyarakat diimbau segera memanfaatkan kesempatan tersebut sebelum kehabisan.

“Jika kuota diskon telah habis, maka tarif tiket akan kembali ke harga normal,” tegasnya.

PELNI juga memastikan bahwa di tengah tingginya antusiasme masyarakat, aspek keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas utama dengan terus berkoordinasi bersama otoritas pelabuhan guna menjaga kapasitas kapal tetap sesuai ketentuan.

Adapun lima ruas terpadat per 19 Maret 2026 yakni Batam–Belawan (24.461 penumpang), Belawan–Batam (15.788 penumpang), Balikpapan–Surabaya (12.274 penumpang), Kumai–Semarang (10.890 penumpang), serta Makassar–Surabaya (9.932 penumpang).

Sebagai informasi, PELNI saat ini mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas dan menyinggahi 75 pelabuhan di seluruh Indonesia.

Selain itu, PELNI juga melayani 30 trayek kapal perintis yang menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3TP), serta mengoperasikan layanan logistik melalui tol laut dan kapal khusus ternak. (DANANG)

FOTO :  Penumpang saat turun dari Kapal Pelni. (DANANG/H)