BORNEONEWS, Tamiang Layang – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah dari Fraksi Partai Golkar, Purdiono, mendorong Pemerintah Kabupaten Barito Timur agar mengalokasikan dana bagi hasil (cost sharing) pajak kendaraan bermotor untuk mendukung operasional aparatur di daerah.
Langkah ini dinilai krusial dalam upaya mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
“Sekarang ini kan ada efisiensi atau pengurangan anggaran transfer dari pemerintah pusat. Karena itu pemerintah daerah harus berupaya meningkatkan PAD. Tapi tentu ada variabel-variabel yang harus dipenuhi,” ujarnya di Tamiang Layang, Rabu, 25 Maret 2026.
Purdiono menegaskan, salah satu sumber PAD yang cukup potensial berasal dari pajak kendaraan bermotor, termasuk Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Berdasarkan informasi yang diperoleh, kontribusi sektor ini di Kabupaten Barito Timur pada tahun 2024 hingga 2025 mencapai sekitar Rp20 miliar.
Ia mengatakan, dana bagi hasil dari sektor tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kinerja aparatur, khususnya dalam menunjang operasional di lapangan. Hal itu, kata Purdiono, juga telah menjadi kesepakatan antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan badan pendapatan di tingkat kabupaten.
“Dari pendapatan cost sharing itu, agar dianggarkan untuk biaya operasional pegawai-pegawai kita di daerah maupun badan pendapatan di kabupaten. Itu sudah menjadi kesepakatan,” tegasnya.
Purdiono menambahkan, kebutuhan operasional seperti dukungan transportasi, peningkatan sistem pelayanan, hingga insentif bagi petugas menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan memperluas basis penerimaan daerah.
“Kita tidak mungkin meningkatkan pendapatan kalau kebutuhan operasional pegawai di daerah tidak dipenuhi,” tandasnya.
Lebih lanjut, Purdiono juga mengingatkan pentingnya inovasi dalam pengelolaan pajak daerah, termasuk pemanfaatan teknologi digital untuk pembayaran pajak, pembaruan data kendaraan, serta peningkatan sosialisasi kepada masyarakat.
"Dengan langkah tersebut, kita harapkan potensi PAD dari sektor pajak kendaraan bermotor di Barito Timur dapat terus meningkat secara berkelanjutan," tandasnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)









