SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mencatat lonjakan signifikan permohonan administrasi kependudukan (adminduk) pasca libur Lebaran.

Jumlah pemohon bahkan meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari normal.

Kepala Disdukcapil Kotim, Wiyono, mengatakan peningkatan ini terjadi pada hari pertama pelayanan setelah libur Idul Fitri.

“Biasanya jumlah kunjungan berkisar 150 hingga 250 orang per hari, namun setelah libur Lebaran ini mencapai sekitar 500 orang,” ujarnya di Sampit, Kamis, 26 Maret 2026.

Layanan yang diajukan masyarakat cukup beragam, mulai dari perekaman dan pencetakan KTP elektronik, Kartu Keluarga (KK), Kartu Identitas Anak (KIA), pindah domisili, hingga pengurusan akta kelahiran, kematian, dan status perkawinan.

Wiyono menjelaskan, lonjakan tersebut dipicu oleh masa libur panjang Idul Fitri yang membuat permohonan layanan tertunda dan menumpuk pada hari pertama operasional.

Selain itu, antrean pencetakan KTP elektronik turut menjadi faktor utama membludaknya jumlah pemohon. Dari total sekitar 500 kunjungan, lebih dari 300 di antaranya terkait pencetakan KTP elektronik.

Kondisi ini dipengaruhi oleh sempat kosongnya blanko KTP elektronik selama hampir dua bulan, yang menyebabkan antrean warga menumpuk hingga sekitar 6.000 orang.

Blanko KTP elektronik sendiri baru tersedia sekitar sepekan sebelum Lebaran dengan jumlah sekitar 10.000 lembar. Sebagian warga telah melakukan pencetakan sebelum libur, sementara sisanya dilanjutkan setelah Lebaran.

Tak hanya itu, permohonan pencetakan KTP elektronik saat ini juga didominasi oleh pendaftar seleksi TNI dan Polri yang membutuhkan dokumen fisik sebagai syarat administrasi.

“Banyak yang mengikuti seleksi Akmil dan Akpol, sehingga mereka harus segera melengkapi dokumen, termasuk KTP,” jelasnya.

Meski terjadi lonjakan, Wiyono memastikan pelayanan tetap berjalan optimal dan seluruh masyarakat yang datang dapat dilayani dengan baik.