BORNEONEWS, Sampit – Arus mudik susulan masih terjadi di Pelabuhan Sampit hingga H+5 Lebaran 2026. Sebanyak 1.209 penumpang tercatat berangkat menggunakan kapal KM Lawit tujuan Surabaya, Kamis, 26 Maret 2026.
Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Kelas III Sampit, Gusti Muchlis, mengatakan keberangkatan ini menunjukkan masih tingginya minat masyarakat untuk mudik meski hari raya telah berlalu.
"Kita memberangkatkan kapal dari operator PT Pelni KM Lawit sampai saat ini, ini adalah hari H+5 KM Lawit tujuan Surabaya dengan 1.209 penumpang," katanya.
Ia menjelaskan, sehari sebelumnya KM Lawit tiba dari Semarang dengan jumlah penumpang turun sebanyak 189 orang.
Secara kumulatif, hingga H+5 Lebaran, jumlah penumpang yang turun di Pelabuhan Sampit mencapai 1.838 orang. Sementara total penumpang yang berangkat sudah mencapai 7.987 orang.
"Jadi untuk kapal arus mudik sampai saat ini berjumlah 8 call, dan masih tersisa 4 call lagi yang akan melayani Pelabuhan Sampit," tambahnya.
Menurutnya, keberangkatan pada H+5 ini termasuk kategori mudik susulan. Hal itu disebabkan sebagian penumpang sebelumnya tidak mendapatkan tiket saat puncak arus mudik.
"Keberangkatan hari ini juga arus mudik, membuktikan 1.209 orang berangkat. Kemarin memang tidak mendapatkan tiket, sehingga baru hari ini bisa berangkat. Selain itu, ada juga yang ingin merayakan Lebaran Ketupat di Jawa," ujarnya.
Salah satu pemudik, Suda'i, mengaku terpaksa mudik setelah Lebaran karena kehabisan tiket.
"Kehabisan tiket jadi pulang setelah Lebaran satu keluarga bersama anak dan istri ke Sampang. Saya di Kuayan bekerja. Beli tiket di travel agen," kata Suda'i.
Ia menambahkan, setibanya di Jawa nanti, perjalanan akan dilanjutkan menggunakan transportasi darat menuju kampung halaman.
"Kalau menuju Sampang sudah pesan taksi. Jadi biarpun tidak pas Lebaran, alhamdulillah masih bisa silaturahmi dengan keluarga," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









