BORNEONEWS, Sampit – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit mengantisipasi pola tahunan arus balik Lebaran yang cenderung terjadi secara bertahap di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Ketua Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 Pelabuhan Sampit, Gusti Muchlis, mengatakan karakteristik pemudik yang kembali dari Pulau Jawa berbeda dengan arus mudik yang biasanya membludak.
“Arus balik umumnya berlangsung bertahap, tidak serentak seperti saat arus mudik,” ujarnya, Kamis, 26 Maret 2026.
Menurutnya, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, sebagian pemudik memilih menunda kepulangan karena masih mengikuti rangkaian perayaan di kampung halaman, termasuk tradisi Hari Raya Ketupat.
“Kebiasaan ini sudah menjadi pola tahunan, sehingga sudah kami antisipasi bersama pihak terkait,” katanya.
Ia menjelaskan, kapal perdana arus balik Lebaran 2026 yang tiba di Pelabuhan Sampit adalah KM Lawit milik Pelni dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan jumlah penumpang sebanyak 189 orang.
Jumlah tersebut dinilai masih relatif rendah dibandingkan kapasitas kapal yang mencapai sekitar 1.400 penumpang.
Di sisi lain, arus keberangkatan dari Pelabuhan Sampit justru masih menunjukkan angka tinggi. KM Lawit yang dijadwalkan berangkat menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya diperkirakan membawa sekitar 1.195 penumpang.
“Tingginya angka keberangkatan menunjukkan mobilitas masyarakat menuju Pulau Jawa masih cukup besar,” jelasnya.
Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 sendiri telah beroperasi sejak 13 Maret dan dijadwalkan berlangsung hingga 30 Maret 2026.
Berdasarkan data sementara, total penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Sampit mencapai 6.778 orang, sedangkan penumpang yang datang tercatat sebanyak 1.397 orang.
KSOP memastikan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna menjaga kelancaran arus penumpang serta memastikan keselamatan pelayaran selama periode arus balik Lebaran.









