BORNEONEWS, Palangka Raya – Kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) pada 2025 mencapai 79.920 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 78 persen merupakan wisatawan mancanegara, sedangkan 22 persen wisatawan domestik.
Data Balai Taman Nasional Tanjung Puting juga mencatat wisatawan asing didominasi asal Spanyol sebanyak 24.037 orang, disusul Jerman 6.361 orang dan Amerika Serikat 6.106 orang.
Melihat tingginya minat wisatawan internasional, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mengoptimalkan kawasan Tanjung Puting sebagai destinasi unggulan.
Menurutnya, potensi besar yang dimiliki kawasan tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas infrastruktur dan fasilitas pendukung.
“Infrastruktur yang memadai akan menunjang kenyamanan wisatawan dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya, Kamis, 29 Maret 2026.
Ia menilai, meski fasilitas yang ada sudah cukup baik, peningkatan tetap diperlukan agar mampu memenuhi standar layanan wisata global.
Pemerintah Provinsi Kalteng pun terus berkoordinasi dengan kementerian terkait dalam upaya pengembangan kawasan konservasi tersebut.
Sebagai bentuk keseriusan, gubernur bersama jajaran juga telah meninjau langsung kawasan Taman Nasional Tanjung Puting di Kabupaten Kotawaringin Barat.
Dalam kunjungan itu, perhatian difokuskan pada peningkatan fasilitas pelayanan, termasuk akomodasi bagi wisatawan yang bermalam di kapal wisata di kawasan Sungai Sekonyer.
Selain itu, peninjauan juga dilakukan terhadap dermaga penyeberangan serta akses jalan penghubung Desa Sei Badaun menuju Desa Sei Sekonyer di Kecamatan Kumai.
Taman Nasional Tanjung Puting dikenal sebagai kawasan konservasi penting di Indonesia yang menjadi habitat orangutan, serta spesies lain seperti bekantan dan penyu sisik.
Keindahan alam yang ditawarkan, termasuk susur Sungai Sekonyer dengan vegetasi nipah, menjadi daya tarik utama bagi wisatawan, khususnya mancanegara.









