PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong perputaran ekonomi daerah melalui program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) yang menyasar ratusan ribu masyarakat.

Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, mengatakan program KHBS menjadi salah satu instrumen untuk menjaga daya beli masyarakat melalui penyaluran bantuan sosial secara langsung.

“Melalui KHBS, bantuan langsung tunai disalurkan kepada penerima manfaat agar dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya, Kamis, 26 Maret 2026.

Ia menjelaskan, bantuan langsung tunai (BLT) yang diberikan sebesar Rp250 ribu per penerima, dengan total sekitar 300 ribu keluarga penerima manfaat yang tersebar di 13 kabupaten dan satu kota di Kalteng.

Menurutnya, penyaluran bantuan ini diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, sehingga berdampak pada peningkatan perputaran ekonomi daerah.

“Program ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, KHBS telah menggunakan sistem digitalisasi guna memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dan sesuai ketentuan. Penyaluran dilakukan melalui Bank Kalteng.

Selain BLT, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan senilai Rp150 ribu, berupa beras premium 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, dan gula putih 1 kilogram.

Agustiar menegaskan, program ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, meskipun saat ini pemerintah daerah tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran.

“Meski dalam kondisi efisiensi, kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Di sisi lain, Pemprov Kalteng juga menjalankan berbagai program pendukung lainnya seperti pasar murah dan gerakan pangan murah guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kalteng, Leonard S Ampung, menambahkan program tersebut menjadi langkah intervensi pemerintah terhadap pasar.

“Upaya ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menstabilkan harga pangan,” katanya.