JAKARTA –

BORNEONEWS, Istanbul – Serangan rudal dan drone menghantam empat negara kawasan Teluk pada Kamis pagi, seiring eskalasi konflik regional yang berkaitan dengan perang antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang kini memasuki hari ke-27.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi melaporkan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat dan menghancurkan 33 drone di wilayah Provinsi Timur. Informasi tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi di media sosial.

Di Bahrain, tim pertahanan sipil dilaporkan berhasil memadamkan kebakaran di sebuah fasilitas di Provinsi Muharraq. Kementerian Dalam Negeri setempat menyebut insiden itu sebagai bagian dari “agresi Iran”, meski tidak ada laporan korban jiwa.

Pihak berwenang juga sempat membunyikan sirene peringatan dan mengimbau warga tetap tenang, mencari tempat aman, serta mengikuti arahan resmi pemerintah.

Sementara itu, Uni Emirat Arab menyatakan sistem pertahanan udaranya turut merespons serangan rudal dan drone yang diluncurkan dari Iran. Suara ledakan yang terdengar di sejumlah wilayah disebut berasal dari proses pencegatan rudal balistik dan drone.

Hal serupa juga terjadi di Kuwait. Kementerian Pertahanan negara tersebut menyebut berhasil mencegat serangan rudal dan drone yang diarahkan ke wilayahnya. Masyarakat diminta tetap waspada dan mematuhi instruksi keselamatan.

Juru bicara Garda Nasional Kuwait, Brigjen Jadan Fadel Jadan, mengungkapkan dua drone berhasil ditembak jatuh di area yang dilindungi, sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan melindungi objek vital.

Ketegangan di kawasan terus meningkat sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Konflik tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.300 orang, serta memicu balasan serangan dari Teheran ke sejumlah negara di kawasan.

Situasi ini turut berdampak pada stabilitas regional, termasuk gangguan terhadap infrastruktur, penerbangan, hingga pasar global.

ANTARA