BORNEONEWS, Jakarta – Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri menegaskan pentingnya pendekatan diplomasi dalam menyelesaikan krisis internasional, khususnya konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Menurutnya, negosiasi menjadi jalan terbaik untuk meredakan ketegangan yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah.
“Kami percaya krisis ini hanya bisa diselesaikan melalui dialog dan upaya diplomatik,” ujarnya saat berkunjung ke ANTARA Heritage Center di Jakarta, Kamis, 26 Maret 2026.
Ia menyampaikan, Pakistan siap berperan aktif dalam mendorong penyelesaian damai, termasuk dengan menawarkan diri sebagai tuan rumah perundingan antara pihak-pihak yang bertikai.
Pakistan, lanjut dia, membuka peluang untuk menggelar dialog di Islamabad guna mencari solusi bersama yang dapat mengakhiri konflik.
“Kami siap memfasilitasi pertemuan agar semua pihak dapat duduk bersama dan menemukan jalan keluar,” katanya.
Terkait ketidakpercayaan Iran terhadap Amerika Serikat akibat serangan yang terjadi di tengah proses negosiasi, Chaudhri tetap menekankan bahwa jalur diplomasi harus menjadi pilihan utama.
Ia menambahkan, Pakistan terus berkoordinasi dengan negara-negara sahabat di kawasan untuk mendorong terciptanya solusi damai.
Sebelumnya, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga menyatakan kesiapan negaranya menjadi tuan rumah pembicaraan tingkat tinggi antara AS dan Iran.
Ia menegaskan dukungan penuh Pakistan terhadap upaya dialog guna mencapai penyelesaian menyeluruh demi menciptakan perdamaian dan stabilitas kawasan.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel ke Iran sejak akhir Februari.
Serangan itu dilaporkan menewaskan lebih dari seribu orang dan memicu balasan dari Teheran melalui serangan drone dan rudal ke sejumlah wilayah, termasuk negara-negara yang memiliki aset militer AS.
Eskalasi konflik tersebut turut berdampak luas, mulai dari kerusakan infrastruktur hingga gangguan pada pasar global dan penerbangan internasional.
ANTARA









